BerandaFeaturedUlasanSuka Gunakan Emoji Tersenyum? Ternyata Pembuatnya Adalah Seorang Veteran Perang. Ini Dia...

Suka Gunakan Emoji Tersenyum? Ternyata Pembuatnya Adalah Seorang Veteran Perang. Ini Dia Ceritanya!

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Kamu pasti tidak asing dengan tanda titik dua yang disambung dengan strip dan kurung tutup atau :-) tanda baca tersebut akan menjadi terlihat seperti sedang tersenyum, dan menandakan keramahan dan tanda suka dari orang yang menulisnya. Emoji tersebut juga biasa dipakai dalam tulisan baik tulisan tangan mau pun digital.

Namun tahu kah kamu, bahwa penggunaan tanda baca yang digabungkan menjadi emoji tersebut ternyata dibuat oleh seorang Veteran Perang Dunia II dari Amerika bernama Harvey ball. Dilansir dari worldsmileday.com, Harvey Ball membuat emoji tersebut pada tahun 1963. Simbol ini kemudian menjadi sangat populer dan mulai digunakan secara komersial oleh banyak orang hingga saat ini.

Harvey Ball atau bernama lengkap Harvey Ross Ball, lahir pada 10 Juli 1921. Dia lahir di Worcester, Massachusetts, yakni negara bagian Amerika Serikat. Selama masa sekolah di South High School, Harvey sempat magang di toko cat, kemudian melanjutkan sekolah untuk belajar seni rupa di  Worcester Art Museum School.

Sementara dilansir dari legacy.com, Harvey Ball pernah mengikuti Perang Dunia II dan menjadi tentara Amerika Serikat yang bertugas di Asia dan Pasifik. Setelah perang, ia dianugerahi Bintang Perunggu untuk Kepahlawanan selama Pertempuran Okinawa. Akan tetapi Harvey Ball kemudian memutuskan pensiun pada tahun 1979. Sebelum pensiun, pada tahun 1959 ia mendirikan perusahaan bernama Harvey Ball Advertising. Dari perusahaan itulah, emoji senyum yang ikonik tercipta.

Pada tahun 1963 Harvey mendapat pesanan membuat sketsa kancing untuk perusahaan State Mutual Life Insurance Company of Worcester, Massachusetts yang membeli Guarantee Mutual Insurance Company of Ohio.

Awalnya, emoji senyum itu hanya terdiri dari mulut yang menyeringai, kemudian Harvey menambahkan bola mata pada sketsa itu, karena khawatir jika hanya mulut nantinya pesan yang tersampaikan akan salah. Tidak butuh waktu lama, ia hanya membutuhkan 10 menit untuk menyelesaikan sketsa tersebut dan dibayar 45 dollar Amerika.

Pada awal produksi, State Mutual Life Insurance memproduksi 100 kancing senyum untuk karyawan. Namun, tak disangkat banyak klien yang meminta dibuatkan kancing tersebut, hingga kemudian perusahaan itu memproduksi lagi 10 ribu kancing.

Sejak produksi pertama itu, emoji senyum semakin populer. Bahkan, emoji itu digunakan di acara televisi, komik Watchmen, hingga dikomersialisasi oleh raksasa ritel Walmart pada tahun 1996. Meski pun pemesanan cukup masif, namun hal itu membuat Harvey khawatir, menurutnya dengan banyaknya pesanan tersebut, dapat menghilangkan pesan dari emoji smiley itu sendiri. “Smiley telah menjadi begitu dikomersialkan sehingga pesan aslinya untuk menyebarkan niat baik dan keceriaan telah hilang,” kata Harvey Ball.

Dari sinilah, kemudian Harvey mengumumkan pembentukan World Smile Corporation sekaligus menginisiasi World Smile Day pada tahun 1999. Sayangnya, tak berselang lama, Harvey Ball meninggal pada tahun 2001 akibat penyakit gagal hati. Untuk memperingati warisan dan kontribusi veteran perang itu, kemudian didirikanlah yayasan World Smile Day yang sekarang menjadi sponsor resmi Hari Senyum Sedunia yang diperingati setiap tahunnya. (qny/red).

TERKAIT
- Advertisment -