Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin, 13 April 2026. IHSG menguat 0,56 persen atau naik ke level 7.500,19.
Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dengan posisi terendah di 7.351,36 dan menyentuh level tertinggi 7.527,87.
Berdasarkan data Bloomberg, pada saat yang sama nilai tukar rupiah di pasar spot melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.105 per dolar AS.
Baca Juga: Dampak Pemerintah Rilis Pertumbuhan Ekonomi, Sejumlah Saham Naik
Pergerakan harga saham pada perdagangan hari ini didominasi penguatan. Sebanyak 413 saham menguat, sementara 280 saham melemah, dan 266 saham lainnya stagnan.
Aktivitas perdagangan juga tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 39,72 miliar saham.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp20,37 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,51 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp13.338 triliun.
Sektor Energi Pimpin Penguatan
Secara sektoral, mayoritas sektor berada di zona hijau. Adapun sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,64 persen, diikuti sektor barang baku yang menguat 2,36 persen dan sektor non-primer naik 2,30 persen.
Selain itu, sektor perindustrian dan teknologi juga mencatatkan penguatan masing-masing sebesar 1,84 persen dan 1,14 persen.
Sementara itu, sektor keuangan menjadi pemberat utama dengan penurunan 1,32 persen, diikuti sektor kesehatan yang terkoreksi 0,23 persen.
Top Gainers dan Top Losers
Berikut ini tiga saham yang berada di pucuk top gainers di antaranya PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang melonjak 34,12 persen ke level Rp114, PT Natura City Developments Tbk (CITY) menguat 34,02 persen ke level Rp260, dan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) melonjak 34,02 persen ke Rp130.
Sementara, tiga saham lainnya yang menempati top losers dipimpin oleh saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) yang turun 14,70 persen ke level Rp1.335, PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) melemah 14,02 persen ke Rp141, dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) terkoreksi 11,52 persen ke Rp169.