Bantentv.com – Harga plastik masih cukup mahal. Kenaikan harga plastik tentu memberi dampak terhadap banyak orang termasuk pedagang makanan, barang, dan lain-lain.
Tak dipungkiri tiap kali masyarakat berbelanja amat memerlukan plastik sebagai kantong penyimpan barang yang dibeli. Kini harganya cukup tinggi tentu memberikan dampak yang signifikan.
Kemasan kantong yang sebelumnya murah dan mudah didapat, sekarang justru cukup membebani biaya operasional. Bagaimana tidak, plastik biasanya merupakan ‘fasilitas’ yang didapat pembeli dan tidak termasuk dalam perhitungan biaya operasional.
Diketaui lonjakan harga plastik ini juga akibat dari konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi minyak sebagai bahan baku plastik.
Tak hanya itu, adanya pembatasan jalur distribusi di Selat Hormuz, membuat pasokan bahan kimia dan polimer terganggu.
Negara kita Indonesia juga masih bergantung pada impor bahan baku dan turut terdampak. Harganya kini naik di 100 persen di pasaran, seolah menjadi barang berharga.
Dengan kenaikan harga itu, tentu menuntut kita bahkan pedagang untuk mencari alternatif kemasan yang lebih terjangkau sekaligus tetap fungsional.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Toko di Cilegon Kehilangan 30 Persen Pembeli
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kemasan pengganti plastik untuk Pedagang:
- Kantong Singkong
Kantong singkong merupakan salah satu alternatif yang kini dilirik. Bentuknya mirip plastik, begitu juga teksturnya. Namun lebih ramah lingkungan karena terbuat dari pati singkong.
Tapi perlu dicatat kantong singkong tersebut baiknya digunakan untuk barang ringan dan kering. Untuk beban berat atau kondisi basah, daya tahannya cukup terbatas.
- Tas Spunbond
Tas spunbond atau goodie bag juga banyak digunakan sebagai pengganti plastik. Bahannya ringan, kuat, dan dapat dipakai kembali. - Kantong Kertas
Kantong kertas bisa jadi pilihan klasik yang masih relevan. Selain mudah didaur ulang, tampilannya juga lebih rapi dan menarik.
Jenis kantong cocok untuk produk kering seperti pakaian, roti, atau barang ringan lainnya. Perlu dicatat bahwa kantong kertas mudah sobek dan tidak cocok untuk barang yang berair atau berminyak. - Pelepah Pinang
Pelepah pinang bisa dijadikan sebagai wadah yang banyak dipakai untuk kemasan makanan. Bahan ini berasal dari limbah alami yang diolah menjadi wadah siap pakai. - Daun Pisang
Daun pisang sejak dahulu sering dijadikan sebagai wadah makanan, selain mudah ditemukan juga jauh dari zat berbahaya. Bahan daun pisang ini mudah ditemukan dan fleksibel dibentuk. Tak hanya itu aromanya pun khas sehingga menambah cita rasa makanan atau jajanan yang dibungkusnya. - Daun Jati
Daun jati juga sering dimanfaatkan sebagai pembungkus. Biasanya digunakan di wilayah Jawa untuk makanan tradisional. - Kulit Jagung
Kulit jagung atau klobot bisa dijadikan sebagai alternatif murah dan mudah didapat. Biasanya digunakan untuk membungkus makanan tradisional. - Besek Bambu
Wadah ini juga sudah lama digunakan dan berkakarter tradisional. Besek merupakan wadah anyaman bambu yang cukup kuat. Selain ramah lingkungan, tampilannya juga bernilai tradisional. Sirkulasi udara pada besek membuatnya cocok untuk menyimpan bahan makanan seperti daging atau buah. - Bongsang
Bongsang ini mirip dengan besek, akan tetapi bentuknya lebih terbuka. Biasanya digunakan untuk membawa tahu, buah, atau hasil panen. - Bioplastik
Bioplastik jadi alternatif yang paling mendekati plastik konvensional. Hal ini terlihat dari segi tampilan dan fungsi. Bahan ini dibuat dari sumber terbarukan seperti pati atau asam laktat, sehingga sifatnya lebih ramah lingkungan.
Jika sejumlah barang di atas sebagai pengganti plastic mudah ditemukan, maka tidka ada salahnya mencari kemasan-kemasan di atas.
Selain harganya cukup murah, beberapa dia antaranya juga dapat digunakan beberapa kali dan ramah lingkungan.