Bantentv.com – Apakah kamu tahu? Mengapa ada orang yang dapat makan makanan pedas dengan tenang, sedangkan sebagian lain langsung merasa tak tahan meski baru mencicipi sedikit saja? Pertanyaan ini ternyata punya jawaban ilmiah.
Dilansir dari Bobo, dalam tubuh manusia terdapat reseptor khusus bernama TRPV1, yang fungsinya merespons rangsangan suhu panas, termasuk dari zat capsaicin pada cabai.
Ketika seseorang makan cabai, zat capsaicin merangsang TRPV1. Reseptor lalu mengirim sinyal ke otak, seolah ada sesuatu yang terbakar, sehingga tercipta sensasi pedas di lidah.
Sensasi ini bukan bagian dari rasa dasar seperti manis atau asin, melainkan persepsi otak terhadap rangsangan panas. Itulah mengapa pedas lebih mirip ilusi rasa terbakar.
Jumlah protein TRPV1 yang dimiliki setiap orang ternyata berbeda. Ada yang banyak, ada pula yang sedikit. Perbedaan ini memengaruhi tingkat toleransi terhadap makanan pedas.
Orang dengan TRPV1 lebih sensitif biasanya cepat merasa tidak nyaman. Sebaliknya, orang dengan toleransi tinggi mampu mengonsumsi hidangan pedas tanpa masalah berarti.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Durian yang Nyaman dan Harga Terjangkau di Banten
Dari laman Alo Dokter sebagaimana penjelasan dari dr. Riza Marlina, setiap orang memiliki toleransi berbeda terhadap rasa pedas. Ada yang menikmatinya, sementara sebagian lain tidak sanggup sama sekali.
Para ahli menyebut ada beberapa penyebab utama. Faktor pertama ialah genetik, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.
Selain gen, kebiasaan juga berperan. Sering makan makanan pedas membuat tubuh terbiasa. Fenomena ini disebut desensitisasi capsaicin, yakni peningkatan ketahanan akibat paparan berulang.
Tak hanya itu, cara penyajian masakan pun bisa memengaruhi. Jika cabai dipadukan dengan bumbu yang memberikan sensasi “dingin,” maka rasa pedas akan terasa lebih seimbang dan tidak terlalu menyengat.
Terakhir, aspek psikologis pada diri seseorang juga berpengaruh. Bila seseorang sudah meyakini bahwa makanan sangat pedas, pikirannya dapat menipu tubuh. Akibatnya, ia langsung merasa tidak tahan sejak awal.
Jadi, bagaimana dengan kamu? Tim kuat pedas atau cukup cicip sedikit saja?
Editor: Siti Anisatusshalihah