Bantentv.com – Setiap tanggal 8 Maret, masyarakat dunia memperingati hari perempuan internasional.
Peringatan ini menjadi momen penting untuk menyoroti perjuangan melawan diskriminasi, mendorong kesetaraan partisipasi, serta memperjuangkan hak-hak perempuan di berbagai bidang kehidupan.
Peringatan hari perempuan tidak hanya dimaknai sebagai bentuk perayaan. Lebih dari itu, hari perempuan juga menjadi waktu untuk melakukan refleksi global mengenai berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan di banyak negara.
Pada tahun 2026, peringatan hari perempuan internasional memasuki usia 115 tahun sejak pertama kali digelar pada tahun 1911.
Momentum ini sekaligus mengingatkan kembali pentingnya upaya berkelanjutan untuk memastikan perempuan mendapatkan perlindungan serta kesempatan yang setara.
Sejarah Hari Perempuan Internasional
Sejarah hari perempuan internasional berakar dari gerakan buruh pada awal abad ke-20 di Amerika Utara dan Eropa.
Pada masa itu, berbagai gerakan perempuan muncul untuk memperjuangkan hak-hak dasar, termasuk hak pilih serta kondisi kerja yang lebih layak.
Melansir dari International Women’s Day, gagasan untuk memperingati hari perempuan pertama kali diusulkan oleh aktivis perempuan Clara Zetkin pada tahun 1910.
Setahun kemudian, tepatnya pada 1911, hari perempuan internasional mulai diperingati secara luas di sejumlah negara.
Peringatan ini kemudian mendapatkan pengakuan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1977.
Sejak saat itu, hari perempuan terus diperingati setiap tahun sebagai simbol perjuangan kesetaraan dan keadilan bagi perempuan di seluruh dunia.
Tema Hari Perempuan Internasional 2026
Untuk peringatan hari perempuan internasional tahun 2026, UN Women menetapkan tema global ‘Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls.’
Tema tersebut menekankan pentingnya penegakan hak, akses terhadap keadilan, serta langkah nyata untuk memastikan perempuan dan anak perempuan memperoleh kesempatan yang setara di berbagai sektor kehidupan.
Tema hari perempuan tahun ini juga muncul sebagai respons terhadap data global yang menunjukkan bahwa perempuan di dunia saat ini baru memiliki sekitar 64 persen hak hukum dibandingkan dengan laki-laki.
Baca Juga: Bupati Pandeglang: Perempuan Berdaya Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045
Angka tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan gender masih terjadi di banyak bidang, mulai dari dunia kerja hingga perlindungan hukum.
Selain tema resmi dari PBB, terdapat pula kampanye global bertajuk ‘Give To Gain’ (#GiveToGain).
Kampanye ini menekankan filosofi bahwa dukungan terhadap perempuan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
Simbol Warna dalam Hari Perempuan
Salah satu hal yang identik dengan hari perempuan internasional adalah penggunaan warna ungu dalam berbagai kampanye dan kegiatan peringatan.
Selain ungu, terdapat pula warna hijau dan putih yang sering digunakan dalam simbol peringatan hari perempuan di berbagai negara.
Secara historis, kombinasi warna tersebut berasal dari gerakan Women’s Social and Political Union (WSPU) di Inggris pada tahun 1908.
Dalam simbol tersebut, warna ungu melambangkan keadilan dan martabat, hijau mencerminkan harapan, sedangkan putih melambangkan kemurnian.
Namun seiring waktu, makna kemurnian yang dikaitkan dengan warna putih sempat memicu perdebatan. Beberapa kampanye kemudian menggantinya dengan warna kuning yang dianggap melambangkan kebangkitan feminisme.
Meski demikian, hingga kini warna ungu tetap menjadi simbol yang paling identik dengan peringatan hari perempuan internasional di berbagai belahan dunia.