Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan ke zona hijau melesat naik 159,228 poin atau menguat 1,96 persen ke level 8.290,96, Rabu 11 Februari 2026.
Tercatat, total nilai transaksi pada penutupan perdagangan sebesar Rp29,780 triliun dengan volume perdagangan mencapai 62,056 miliar saham. Sementara frekuensi transaksi tercatat sebanyak 3.404.932 kali, dengan 544 saham yang menguat, 156 saham melemah, dan 122 saham tidak bergerak atau stagnan.
Adapun kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan juga tercatat sebesar Rp15.094,4 triliun.
Berdasarkan data BEI, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp8,24 triliun. Sehingga menjadikan saham BUMI naik 10% ke level Rp 272 per saham.
Saham-saham lain yang juga ramai dalam perdagangan hari ini termasuk Petrosea (PTRO), Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI) dan Bukit Uluwatu Villa (BUVA) yang laris manis menghasilkan cuan di sepanjang hari ini.
Baca Juga: IHSG Menanjak 1,24 Persen Usai Penundaan Review FTSE
Mengutip Refinitiv, seluruh sektor nyaris berada di zona hijau. Infrastruktur menjadi saham yang memimpin dengan kenaikan 4,37%. Diikuti energi 3,85%, barang baku 3,81%, dan konsumer non-primer 3,79%.
Sementara pada saham konglomerat kembali menjadi penopang naiknya IHSG. Tiga dari empat saham teratas yang berhasil mengerek IHSG ke zona hijau adalah emiten milik Prajogo Pangestu yakni Barito Pacific (BRPT) dengan bobot 14,34 indeks poin, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) 11,46 indeks poin, dan Barito Renewables Energy (BREN) 11,1 indeks poin.
Sementara pelaku pasar hari ini fokus pada mencermati beberapa sentimen penting, baik dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari target besar Danantara untuk BUMN, strategi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penyaluran kredit, hingga data terbaru soal ekonomi AS dan China.
Selain itu, situasi geopolitik di Timur Tengah juga menjadi perhatian publik karena bisa berdampak ke harga minyak dunia. Isu-isu ini bakal menentukan arah pasar keuangan dalam negeri ke depannya.