Bantentv.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik ke zona hijau pada penutupan perdagangan sesi II Selasa, 10 Februari 2026.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,24% ke posisi 8.131,74. Sementara indeks saham LQ45 bertambah 1,03% ke posisi 829,43.
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG bergerak di level tertinggi 8.140,86 dan level terendah 8.011,13. Dengan total saham menguat sebanyak 556 saham, 144 saham melemah dan 116 saham stagnan.
Total frekuensi perdagangan 2.451.251 kali dengan volume perdagangan saham 45,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp20,4 triliun. Sementara posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.800.
Adapun kenaikan IHSG ini terjadi usai FTSE Russell menunda pelaksanaan peninjauan (review) indeks untuk pasar Indonesia yang semulai dijadwalkan pada Maret 2026.
“IHSG tetap menguat mengikuti Bursa kawasan Asia. Meskipun begitu, penguatan tertahan oleh keputusan FTSE Russell untuk menunda review indeks Indonesia yang semula dijadwalkan pada Maret 2026,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik 1,22 Persen, Saham Kapitalis Jadi Penopang
Dari dalam negeri, kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia juga dinilai berangsur-angsur mulai pulih kembali, selain didukung oleh tren penguatan indeks Bursa global dan harga komoditas.
Namun, di sisi lain, rilis data penjualan ritel Desember yang turun ke level terendah dalam empat bulan juga mencerminkan melemahnya permintaan konsumen, meskipun masih ada berbagai langkah dukungan dari pemerintah.
Dalam penutupan perdagangan hari ini, indeks saham di semua sektor kompak menghijau. Adapun sektor saham consumer siklikal mengalami kenaikan 2,95%, dan mencatatkan kenaikan terbesar.
Sektor saham industri turut menanjak 2,72%, dan sektor saham energi serta sektor saham basic masing-masing menguat 1,58%.
Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal juga merangkak naik 0,61%, disusul sektor saham kesehatan melonjak 1,23%, kemudian sektor saham keuangan bertambah 1,36%.
Selain itu, sektor saham properti juga ikut menanjak 1,97%, di sektor saham teknologi juga mengalami kenaikan 1,26%, sektor saham infrastruktur bertambah 1,8% dan sektor saham transportasi menguat 1,74%.
Berikut beberapa saham yang masuk top gainers antara lain:
* Saham VAST meroket 34,65%
* Saham MSIN meroket 25%
* Saham FPNI meroket 25%
* Saham NZIA meroket 25%
* Saham IFSH meroket 24,90%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
* Saham ZONA melemah 10,34%
* Saham HOMI melemah 9,89%
* Saham BELL melemah 9,85%
* Saham SPRE melemah 9,84%
* Saham PPGL melemah 9,84%
Sementara untuk saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
* Saham BUMI senilai Rp 2,5 triliun
* Saham BBCA senilai Rp 957,1 miliar
* Saham BMRI senilai Rp 896,3 miliar
* Saham BBRI senilai Rp 685,8 miliar
* Saham DEWA senilai Rp 603 miliar
Berikut saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
* Saham BUMI tercatat 171.650 kali
* Saham BUVA tercatat 75.391 kali
* Saham YELO tercatat 62.350 kali
* Saham DEWA tercatat 55.320 kali
* Saham BIPI tercatat 48.312 kali