BerandaEkonomiIHSG Melemah 0,43 Persen, Ditutup di Level 8.274

IHSG Melemah 0,43 Persen, Ditutup di Level 8.274

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Indeks turun 36,15 poin atau 0,43 persen ke level 8.274.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp26,12 triliun. Aktivitas pasar tetap ramai di tengah koreksi indeks.

Sebanyak 341 saham menguat, 384 saham melemah, dan 233 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan tercatat 49,3 miliar saham dengan frekuensi 3,23 juta transaksi.

Secara sektoral, sebagian besar indeks mencatatkan penguatan. Sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,85 persen.

Selain itu, sektor transportasi menguat 1,92 persen, disusul sektor energi yang naik 0,82 persen. Sektor barang konsumen primer juga naik 0,57 persen.

Sementara itu, sektor barang konsumen nonprimer dan kesehatan menguat tipis masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen.

Di sisi lain, tekanan pasar terlihat pada sektor teknologi yang turun 1,16 persen. Sektor keuangan melemah 1,03 persen.

Sektor properti terkoreksi 0,70 persen, diikuti infrastruktur 0,27 persen dan perindustrian 0,26 persen.

Mengutip Berita Satu, Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipengaruhi keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.

Pasar juga mencermati agenda Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan bertemu pemimpin bisnis Amerika Serikat di Washington. Pertemuan tersebut dinilai sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi.

Top Gainers dan Top Losers

Saham yang masuk jajaran top gainers antara lain KOCI yang melonjak 35 persen, BRRC naik 34,04 persen, ASHA menguat 28,77 persen, SOTS naik 25 persen, serta RMKO melonjak 24,69 persen.

Sementara itu, saham top losers di antaranya SSTM turun 14,96 persen, ROCK melemah 14,85 persen, VISI dan HILL masing-masing terkoreksi 14,79 persen, serta UNIC turun 12,41 persen.

Berdasarkan nilai transaksi, saham BUMI menjadi yang paling aktif dengan nilai Rp2,9 triliun. Disusul MBMA Rp1,2 triliun dan BIPI Rp1,1 triliun.

BBCA mencatatkan transaksi Rp964,6 miliar, sementara ANTM sebesar Rp761,6 miliar.

Dari sisi frekuensi, BUMI memimpin dengan 178.253 kali transaksi. Berikutnya BIPI, INDS, MBMA, dan MINA.

Editor AF Setiawan
TERKAIT
- Advertisment -