Bantentv.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. IHSG turun 115,24 poin atau minus 1,37 persen ke level 8.280,83.
Sepanjang perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 8.259,47 hingga 8.437,08 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.
Tekanan jual mendominasi pasar saham pada akhir sesi. Sebanyak 567 saham tercatat melemah, sementara 153 saham menguat dan 99 saham stagnan.
Nilai transaksi hingga penutupan sesi II mencapai Rp29,44 triliun. Volume perdagangan tercatat 60,7 miliar lembar saham dengan frekuensi 3.409.030 transaksi.
Mayoritas sektor saham berada di zona merah pada perdagangan hari ini. Sektor energi mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan -3,5 persen.
Disusul sektor barang konsumen non primer -3,12 persen, infrastruktur -2,29 persen, dan properti -2,19 persen.
Sektor industri juga turun -1,89 persen, teknologi -1,77 persen, serta barang konsumen primer -1,41 persen.
Sementara sektor kesehatan terkoreksi -1,24 persen, bahan baku -1,23 persen, dan transportasi -1 persen.
Di tengah tekanan tersebut, hanya sektor keuangan yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 1,02 persen.
Daftar Saham Top Losers
Beberapa saham mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari ini.
PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) menjadi top losers setelah anjlok -15 persen ke level Rp1.105.
Disusul PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang turun -14,94 persen ke Rp740. Kemudian PT Indospring Tbk (INDS) yang melemah -14,9 persen ke Rp1.770.
Saham Top Gainers Hari Ini
Di sisi lain, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) memimpin penguatan dengan lonjakan 28,05 persen ke Rp105.
PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) menyusul dengan kenaikan 25 persen ke Rp530.
Sementara PT Bank Mega Tbk (MEGA) naik 24,7 persen ke Rp5.150.
Saham Paling Ramai Diperdagangkan
Beberapa saham juga menjadi favorit investor dengan nilai transaksi terbesar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan transaksi Rp2,46 triliun. Disusul PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) sebesar Rp1,28 triliun.
Sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat transaksi Rp1,15 triliun.