Tangsel, Bantentv.com – Ratusan warga Kelurahan Serpong, Kota Tangerang Selatan, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Tangerang Selatan. Aksi ini merupakan bentuk protes atas parahnya bau sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang dinilai telah mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
Dalam aksi tersebut, warga membawa tumpukan sampah serta sebuah keranda mayat. Keranda ini menjadi simbol matinya kepedulian wakil rakyat terhadap krisis pengelolaan sampah yang telah berlangsung lama.
Warga mengeluhkan bau sampah yang sangat menyengat dan berdampak serius pada kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Bau tersebut disebut kerap memicu kambuhnya asma hingga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Baca Juga: Sampah Menumpuk di Sekitar Puskesmas Kecamatan Serpong
Menurut warga, kondisi ini telah terjadi hampir sepuluh hari terakhir. Sampah jarang diangkut lantaran dalam satu wilayah hanya tersedia dua gerobak sampah, yang pengangkutannya pun dilakukan dua hari sekali.
“Aksi ini buat mengungkapkan kebauan yang sering kita alami khususnya bagi saya dan warga RT 001/RW 004 itu sangat terganggu dan terdampak, dengan adanya kompensasi 260 ribu rupiah itu tidak memadai untuk saya sebagai ibu rumah tangga dan kader kesehatan yang punya asma akut setiap hari saya harus mencium bau yang menyengat dari sampah,” ujar Ida warga yang terdampak.
Sementara itu, Ketua RT 08 RW 02 Serpong, Nana Heriyana, menyampaikan bahwa aksi ini telah dipersiapkan selama satu bulan. Ia menegaskan aksi tersebut murni gerakan moral warga tanpa kepentingan pihak mana pun. Keranda yang dibawa menjadi simbol matinya nurani para pemimpin terhadap penderitaan warga.
“Terkait dengan demo saat ini kita kondisikan kurang lebih sebulan dan inipun kita hanya pergerakan moral, mudah-mudahan tidak anarkis, dan terjadi keributan. Ini murni khusus masyarakat Serpong tanpa adanya titipan-titipan dari pihak lain,” kata Nana.
Warga juga menilai kompensasi sebesar Rp250 ribu per bulan tidak sebanding dengan dampak kesehatan yang mereka alami. Dalam aksi ini, ratusan warga sempat memasuki Gedung DPRD dan menuntut langkah konkret dalam penanganan persoalan sampah.
Untuk mengantisipasi potensi kerawanan, aparat gabungan dari TNI, Polres Tangerang Selatan, dan Satpol PP disiagakan. Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan damai hingga seluruh tuntutan warga disampaikan kepada DPRD Tangerang Selatan.
Editor : Erina Faiha