Lebak, Bantentv.com – Tradisi Seba Baduy kembali digelar dengan penuh khidmat di Kabupaten Lebak pada Jumat malam. Seba Baduy tahun ini berlangsung sarat makna, mempertemukan nilai-nilai adat dengan pemerintah dalam suasana yang penuh penghormatan.
Dalam rangkaian Seba Baduy, rombongan masyarakat Baduy berjalan kaki dari wilayah adat menuju pusat pemerintahan. Perjalanan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus mempererat hubungan dengan pemerintah.
Kehadiran mereka dalam Seba Baduy mencerminkan komitmen menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pada prosesi Seba Baduy, masyarakat membawa berbagai hasil bumi seperti pisang, gula aren, talas, jaat, dan laksa. Semua itu menjadi simbol penghormatan sekaligus cerminan keseimbangan hidup dengan alam.
Tradisi Seba Baduy ini menunjukkan bahwa hubungan manusia dengan alam tidak bisa dipisahkan, melainkan harus dijaga secara harmonis.
Baca Juga: Makna Seba Baduy: Warisan Leluhur yang Lestari Hingga Kini
Perwakilan adat dari Jaro Tanggungan ke-12, Jaro Saidi, menyampaikan amanah karuhun sekaligus menyerahkan hasil bumi sebagai bagian inti dari Seba Baduy.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan.
“Mudah-mudahan bisa menjadi perhatian semuanya. Alam perlu dijaga, karena bencana alam yang mungkin saja terjadi kapan pun,” ujar Saidi.
Sementara itu, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Jayabaya menegaskan bahwa Seba Baduy bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menilai Seba Baduy membawa pesan penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Seba ini bukan hanya berupa seremoni, tapi mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga alam, sehingga pesan yang disampaikan oleh Abah Saidi selaku Kepala Desa Adat Kanekes menyampaikan Gunung jangan dilebur, Lebak jangan dirusak, artinya kita sama sama menjaga lingkungan hidup,” ujar Bupati.
Melalui pelaksanaan Seba Baduy, pemerintah daerah bersama panitia dan dinas terkait semakin memahami bahwa Seba Baduy bukan hanya seremoni, melainkan sarana edukasi yang mengajarkan pentingnya menjaga alam.