Selasa, Februari 17, 2026
BerandaBeritaTKW Asal Serang Sakit di Arab Saudi, Diminta Rp40 Juta untuk Bisa...

TKW Asal Serang Sakit di Arab Saudi, Diminta Rp40 Juta untuk Bisa Pulang

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Nasib pilu dialami seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Serang, Banten. Latiyah, warga Kampung Sontrol, Desa Siremen, Kecamatan Tanara, mengaku sakit parah saat bekerja di Arab Saudi dan diminta biaya Rp40 juta agar bisa dipulangkan ke Indonesia.

Latiyah menyampaikan bahwa kondisi kesehatannya terus menurun hingga mengalami pendarahan dan tidak lagi sanggup bekerja.

Akibat kondisi tersebut, majikannya memulangkan Latiyah ke perusahaan penyalur tenaga kerja Smasco di Riyadh. Namun, keinginan Latiyah untuk kembali ke Tanah Air justru terbentur persoalan biaya.

Baca Juga: Pulangkan TKW, Pemkot Cilegon Tempuh Kementerian P2MI dan Kemenlu

Pihak perusahaan penyalur disebut meminta uang puluhan juta rupiah sebagai syarat pemulangan ke Indonesia.

“Kondisi saya sedang sakit dan sudah tidak kuat bekerja. Saya hanya ingin segera pulang ke Indonesia,” ujar Latiyah.

Orang tua Latiyah, Apas, mengungkapkan bahwa anaknya telah bekerja di Arab Saudi selama kurang lebih satu tahun. Namun, dalam lima bulan terakhir, Latiyah terus mengeluhkan kondisi kesehatannya yang memburuk.

“Anak saya sudah lima bulan ini mengeluh sakit. Dia sering minta pulang, tapi pihak PT menyampaikan kalau ingin dipulangkan harus mengeluarkan biaya sekitar Rp40 juta,” kata Apas, Selasa 20 Januari 2026.

Apas mengaku keberatan dengan permintaan tersebut dan menilai tidak adanya tanggung jawab dari pihak sponsor yang memberangkatkan anaknya.

“Kami tidak mampu memenuhi permintaan biaya pemulangan sebesar Rp40 juta yang diminta pihak perusahaan,” ungkapnya.

Pihak keluarga berharap pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Serang, serta instansi terkait seperti BP2MI dan Kementerian Luar Negeri dapat segera turun tangan memberikan perlindungan dan memfasilitasi pemulangan Latiyah ke Indonesia.

Editor AF Setiawan
TERKAIT

1 KOMENTAR

- Advertisment -