Senin, April 22, 2024
BerandaBeritaTKW Asal Pontang Bebas dari Hukuman Mati

TKW Asal Pontang Bebas dari Hukuman Mati

Serang, Bantentv.com– Seorang  Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang disebut Tenaga kerja Wanita (TKW) Asal Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang Akhirnya Berhasil Lolos Dari hukuman mati di Dubai. Ia Bebas Setelah diyat Atau denda Senilai Rp800 Juta dibayarkan oleh seorang donatur di Dubai.

Muninggar, TKW asal Kecamatan Pontang itu telah Kembali ke Indonesia untuk berkumpul dengan keluarga yang telah lama ditinggalkannya. Ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah bisa kembali berkumpul bersama keluarganya di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

Ia sampai di Indonesia pada tanggal 18 Agustus lalu dan kembali berkumpul dengan keluarganya pada Jumat, 19 Agustus 2022. Kedatangannya disambut dengan arak–arakan warga bersama keluarga. Hal ini merupakan bentuk rasa syukur atas pulangnya Muninggar ke indonesia dengan selamat dan bebas dari kasus yang menimpanya.

Sampai di Domas, 18 Agustus lalu, disambut arak-arakan sama keluarga besar,” ujar Muninggar.

Ia berhasil bebas dari hukuman mati di Dubai setelah membayar diyat senilai 800 juta rupiah. Diyat ini dibayarkan oleh seorang donatur untuk membebaskann Muninggar dari tuntutan hukum. Sebelumnya, Muningar dijerat hukuman mati karena kelalaian yang menyebabkan majikanya di Dubai meninggal dunia. 

Perasaan saya campur aduk, tidak bisa berkata apa-apa karena bahagia bisa kembali pulang dan bebas dari hukuman mati,” ucap Muninggar haru.

Sementara itu, Sekjen Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten, Jajuli menyampaikan banyak instansi yang berperan dalam pemulangan Muninggar.

Pertama kali menerima laporan kasus Ibu Muninggar itu pada bulan Februari lalu, dan bersyukur pada bulan Agustus Ibu Muninggar sudah bisa kembali ke Indonesia,” ujar Jajuli.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Muninggar diberitakan dijerat hukuman mati setelah kelalaiannya menyebabkan majikannya meninggal dunia di Dubai. Hukumannya bebas setelah diyat 200 dirham atau 800 juta rupiah dibayarkan oleh seorang donatur. (ri/red)

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR