Serang, Bantentv.com – Tradisi tahunan Seba Baduy kembali digelar. Dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu 25 April 2026, ribuan warga adat Baduy menyampaikan amanat penting tentang pelestarian alam kepada Gubernur Banten Andra Soni.
Sebanyak 1.552 warga Baduy hadir dalam prosesi tersebut. Amanat disampaikan melalui Jaro Pamarentah sebagai perwakilan adat yang berhubungan dengan pemerintah.
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah prinsip hidup masyarakat Baduy dalam menjaga alam.
“Gunung ulah dilebur, lebak ulah dirusak. Gunung jangan dihancurkan, lembah jangan dirusak,” ujar Andra Soni menirukan amanat yang diterimanya.
Baca Juga: Pemkab Lebak Targetkan Seba Baduy 2026 Masuk 10 Besar KEN
Andra menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten akan terus menjaga komunikasi dengan masyarakat adat Baduy, tidak hanya saat Seba, tetapi juga secara berkelanjutan.
Menurutnya, masukan dari masyarakat adat menjadi pengingat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
“Komunikasi terus kita bangun. Kami berterima kasih atas amanat yang terus disampaikan masyarakat Baduy,” katanya.
Pemprov Banten juga berkomitmen menindaklanjuti aspirasi tersebut, termasuk rencana ritual pelestarian alam di sejumlah kawasan.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Sanghyang Sirah dan Gunung Honje. Pemprov akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Lebak dan Pandeglang.
“Melalui Dinas Lingkungan Hidup, kami akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Tradisi Sakral Jaga Keseimbangan Alam

Sementara itu, Jaro Pamarentah Desa Kanekes, Jaro Oom, menegaskan bahwa Seba Baduy merupakan bagian dari rangkaian adat pasca panen.
Selain itu, tradisi ini menjadi momentum masyarakat Baduy menyampaikan amanat kepada pemerintah sebagai “Bapak Gede”.
“Kami menjalankan amanah dari leluhur untuk menjaga keselarasan antara manusia dan alam,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen masyarakat Baduy untuk terus menjalankan ritual pelestarian alam.
Baca Juga: Tradisi Seba Baduy 2026 Kembali Hidupkan Nilai Adat dan Kepedulian Alam
Wilayah yang dijaga tidak hanya di sekitar Baduy, tetapi juga mencakup sejumlah kawasan penting seperti Ujung Kulon, Gunung Karang, hingga wilayah di luar Banten.
Di sisi lain, ritual tersebut akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan lingkungan.