Selasa, Februari 17, 2026
BerandaBeritaRekonstruksi Pembunuhan Anak Politisi PKS Digelar Tertutup di Kompleks BBS 3

Rekonstruksi Pembunuhan Anak Politisi PKS Digelar Tertutup di Kompleks BBS 3

Saluran WhatsApp

Cilegon, Bantentv.com – Polres Kota Cilegon menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus pembunuhan anak dari seorang politisi PKS Cilegon.

Rekonstruksi tersebut dilaksanakan secara tertutup di Komplek BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, dengan menghadirkan pelaku utama ke lokasi kejadian.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan lanjutan pasca terungkapnya kasus pembunuhan terhadap bocah berusia sembilan tahun yang merupakan anak dari politisi PKS di Cilegon.

Baca Juga: Usai Rekonstruksi, Keluarga Bocah Korban Pembunuhan BBS 3 Minta Pelaku Dijerat Hukuman Mati

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menjelaskan bahwa reka ulang dilakukan guna memastikan kesesuaian antara keterangan tersangka dengan hasil penyidikan yang telah dikumpulkan oleh penyidik.

Dalam pelaksanaan rekonstruksi, polisi menghadirkan pelaku tunggal serta pihak keluarga korban.

Proses reka ulang dilakukan dengan memperagakan sebanyak tiga puluh enam adegan, yang menggambarkan setiap tahapan kejadian sesuai hasil pemeriksaan.

Rekonstruksi ini dilaksanakan secara tertutup dengan pertimbangan kondisi psikologis keluarga korban, mengingat peristiwa tersebut masih menyisakan duka mendalam, khususnya bagi keluarga dari politisi PKS yang kehilangan buah hatinya.

Rekonstruksi pembunuhan anak politisi PKS digelar tertutup di kompleks BBS 3 Cilegon (Bantentv.com/ Ali)
Rekonstruksi pembunuhan anak politisi PKS digelar tertutup di kompleks BBS 3 Cilegon (Bantentv.com/ Ali)

“Untuk tersangka pun kit hadirkan juga di lokasi, sudah koordinasi dengan pihak keluarga. Untuk media jangan masuk ke rumah ya, karena keluarga lagi mengenang kembali, saya harap ada simpati juga,” ungkap AKP Yoga.

Sementara itu, ayah korban yang juga merupakan politisi PKS di Cilegon, Maman Suherman, menyampaikan harapannya agar pelaku dijatuhi hukuman maksimal atas perbuatannya.

Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan meminta masyarakat agar tidak berspekulasi terkait kasus yang menimpa keluarganya.

“Wartawan bisa mengkaji tersendiri aja, supaya kabar rekonstruksi ini tidak liar, kita hormati proses hukum yang nanti dilakukan oleh kepolisian,” kata Maman.

Berdasarkan hasil penyidikan yang disampaikan kepolisian, korban diketahui tewas setelah dibunuh secara sadis oleh pelaku dengan sembilan belas tusukan.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -