Cilegon, Bantentv.com – Menjelang pembagian rapor akhir semester, para ayah di Kota Cilegon diminta hadir ke sekolah untuk mengambil rapor anaknya.
Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN). Instruksi ini terkait program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa program tersebut akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan. Penerapan dimaksud saat pembagian rapor di Kota Cilegon.
“Bagi seluruh ayah yang memiliki anak usia sekolah diusahakan untuk bisa mengambil rapor anak ke sekolah.” Proses pengambilan pada waktu penerimaan rapor di akhir semester,” ujar Heni.
Ia menjelaskan, program pengambilan rapor oleh ayah bertujuan untuk mengimplementasikan strategi nasional dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Baca Juga: BKKBN Luncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Apa Manfaatnya?
Melalui kehadiran ayah, diharapkan mereka dapat mengikuti perkembangan pendidikan anak. Ayah juga perlu mendukung kegiatan belajar, meningkatkan komunikasi dengan guru dan pihak sekolah. Serta menjadi teladan bagi anak.
“Dengan program ini, ayah bisa lebih terlibat dalam pendidikan anak dan membangun komunikasi yang baik antara sekolah dan keluarga,” tuturnya.
Heni menambahkan, program ini juga bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan serta meningkatkan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak. Ini melalui kehadiran ayah pada momen penting. Namun demikian, bagi anak yang sudah tidak memiliki ayah, pengambilan rapor tetap dapat dilakukan oleh ibu.
“Jika anak sudah tidak memiliki ayah, maka ibunya bisa mengambil rapor ke sekolah,” jelasnya.
Ia berharap Gerakan Ayah Mengambil Rapor dapat meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak. Selain itu, mempererat hubungan ayah dan anak, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam mendukung proses belajar anak.
Editor : Erina Faiha