Kamis, Juli 25, 2024
BerandaBeritaPengamat Soroti Penyandingan Suara Pileg, 20 Dokumen C Hasil KPU Kota Serang

Pengamat Soroti Penyandingan Suara Pileg, 20 Dokumen C Hasil KPU Kota Serang

Serang, Bantentv.com – Penyandingan suara Pileg C Hasil dan D Hasil yang dilakukan KPU Kota Serang atas perintah amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengalami kebuntuan. Bahkan, ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan sembari menunggu surat penunjuk dari KPU RI.

Menanggapi 20 dokumen C Hasil yang hilang. Sehingga membuat proses penyandingan berjalan alot dan sempat diwarnai aksi kericuhan.

Menurut Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Banten Syaeful Bahri. Pihaknya menyayangkan hilangnya dokumen C Hasil yang hilang dari dalam kotak suara di gudang logistik KPU Kota Serang. Terlebih, yang diberikan ke MK berupa salinan yang sudah distempel.

“Walaupun argumen nya dibawa ke sidang MK, tapi itu kan yang dibawa ke MK itu copy nya yang di cap pos, dokumen aslinya harus tetap diamankan karena dokumen negara. Karena tidak ada untuk disandingkan, maka solusinya penghitungan ulang surat suara. Penghitungan surat suara sebenarnya tidak sesuai putusan MK, karena putusan MK kan penyandingan, bukan menghitung ulang,” ujar Syaeful Bahri, melalui selulernya, Rabu, 10 Juli 2024.

Syaeful mengapreasi keberanian Bawaslu yang memberi saran untuk melakukan hitung ulang kertas suara, meski dianggap bertentangan dengan amar putusan MK. Jika terjadi perbedaan penghitungan surat suara maka tetap harus diterima oleh semua pihak, karena surat suara merupakan sumber primer perolehan suara dari setiap calon.

“Kalau surat berbeda kan semakin mengkonfirmasi siapa yang main mata. Mulai nyelewengnya kan akan ketahuan. Idealnya tidak ada perbedaan suara yang dipegang saksi parpol dan pihak lain, ketika ada perbedaan berati yang merubah siapa? Kan siapa yang punya otoritas merubah? Kan penyelenggara,” terangnya.

Pria yang pernah menjadi sebagai penyelenggara pemilu di Kota Cilegon hingga Provinsi Banten itu mengingatkan ke KPU dan Bawaslu disemua tingkatan untuk tidak bermain-main dalam proses demokrasi, terlebih saat Pilkada Serentak 2024. Karena taruhannya kepercayaan publik dan kondusifitas di masyarakat.

Hilangnya 20 lembar C Hasil yang merupakan dokumen negara, harus jadi pelajaran bagi penyelenggara pemilu untuk jujur, adil, bersih dan transparan melaksanakan pesta demokrasi.

“Keputusan MK mengkonfirmasi adanya perbedaan, perbedaan mana yang untung, enggak penting buat kita, sumber yang otentik itu ya surat suara. Kalau kemudian hasilnya beda ya itu pun sekali lagi, artinya putusan MK tidak salah,” jelasnya.(jaya/red)

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR