Pandeglang, Bantentv.com – Puluhan murid di SDN Bojen 2 yang berlokasi di Desa Bojen Wetan, Kecamatan Sobang, Pandeglang terpaksa belajar secara lesehan di teras sekolah karena kekurangan ruang kelas serta fasilitas meja dan kursi.
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru dan murid memanfaatkan teras sekolah sebagai ruang belajar darurat. Setidaknya ada tiga rombongan belajar kelas 1, 2, dan 3 yang menjalani proses belajar di teras tersebut.
Kondisi itu tidak hanya membuat siswa dan guru merasa tidak nyaman, tetapi juga menyulitkan aktivitas belajar serta mempengaruhi semangat belajar dan konsentrasi siswa. Terlebih saat hujan turun, proses KBM pun dihentikan atau tetap belajar namun siswa dipaksa berdesakkan untuk menghindari air hujan.
Ali, salah seorang murid kelas 3 mengaku sudah tiga tahun menjalani proses belajar di teras sekolah.
“Udah 3 tahun kaya begini belajar di teras,” ujar Ali.
Ia menyebut situasi tersebut membuatnya tidak nyaman belajar dan kesulitan menulis karena tidak ada meja sebagai alas. Ali dan teman-temannya di SDN Bojen 2 berharap sekolah mereka segera dibangun ruang kelas baru lengkap dengan fasilitas meja dan kursi.
Kepala SDN Bojen 2, Darni mengakui kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya siswa kelas 1 hingga kelas 3 terpaksa belajar di luar ruangan karena keterbatasan ruang kelas. Pihak sekolah pun harus menerapkan sistem bergantian untuk menampung para siswa.
“Kami pihak skeolah terpaksa belajar di teras ini karena keterbatasan ruangan. Dan kami juga menerapkan sistem bergantian,” ujar Darni.
Ditambahkannya dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah setempat untuk segera membangun ruang kelas baru agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih nyaman dan efektif.
Lilik HN