Cilegon, Bantentv.com – Akibat minimnya perhatian dan anggaran untuk kebutuhan alat pengukur kualitas udara, tiga unit Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU di Kota Cilegon mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi.
Kabid Pengawasan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Andi Rana, mengatakan terdapat tujuh unit ISPU yang dibutuhkan di Kota Cilegon, namun hanya empat unit yang masih aktif, sementara tiga unit lainnya tidak berfungsi.
“Jumlah ISPU di Kota Cilegon itu ada 11 dan saat ini yang sudah terpasang dari pemerintah kota itu ada 4, kawasan industri 2 sama bantuan dari kementerian 1, jadi ada 7 yang sudah terpasang. Informasi yang didapat saat ini yang aktif 4 dan tiga lainnya non-aktif,” ujar Andi Rana.
Baca Juga: Kualitas Udara Kota Serang Turun Dari Baik ke Sedang
Sementara itu, anggaran untuk perbaikan maupun pengadaan ISPU di Kota Cilegon dinilai sangat minim. Dari kebutuhan sebesar Rp475 juta, hanya tersedia anggaran sekitar Rp5 juta.
Andi menambahkan, untuk memaksimalkan pemantauan kualitas udara dengan keterbatasan alat, pihaknya meminta setiap industri melakukan pengukuran kualitas udara secara mandiri dan melaporkan hasilnya kepada DLH Kota Cilegon setiap enam bulan sekali.
Baca Juga: Warga Diminta Waspada, Begini Cara Cek Petugas Ukur Tanah Resmi dari BPN
Diketahui, alat ISPU berfungsi untuk mengukur kualitas udara secara real time sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi udara yang mereka hirup secara langsung.
Editor : Erina Faiha