Minggu, Juli 14, 2024
BerandaBeritaMengenang Peristiwa Pemberontakan G30S/PKI

Mengenang Peristiwa Pemberontakan G30S/PKI

Serang, Bantentv.com – Peristiwa pemberontakan G30S/PKI merupakan sejarah kelam yang pernah terjadi di negara ini. G30S/PKI atau Gerakan 30 September oleh PKI adalah tragedi pada tahun 1965 yang mengancam keutuhan bangsa. Sesuai namanya, peristiwa ini terjadi di 30 September dan berlanjut hingga 1 Oktober pagi.

Peristiwa pemberontakan ini dilakukan olek PKI alias Partai Komunis Indonesia di bawah pimpinan Dipa Nusantara (DN) Aidit. Pemberontakan terjadi di dua daerah, yakni Jakarta dan Yogyakarta. Dalam pemberontakannya, DN Aidit melibatkan Letkol Untung Samsoeri dari Resimen Cakrabirawa. Mereka mengincar para jendral TNI AD dengan menculik para jendral untuk dibawa ke Lubang Buaya, Jakarta Timur. Usai diculik, para jendral itu disiksa dan dibunuh dengan keji yang kemudian jasadnya dibuang ke sebuah sumur.

Setelah menculik dan membunuh para petinggi militer, PKI menguasai gedung Radio Republik Indonesia (RRI) dan Telekomunikasi. Namun hal ini tidak berlangsung lama, sebab pasukan TNI di bawah komando Soeharto berhasil merebut kembali gedung RRI dan Telekomunikasi dalam operasi penumpasan PKI.

Operasi pemberantasan PKI terus berlanjut hingga puncaknya terjadi pada 11 Maret 1966. Atas desakan rakyat yang menuntut PKI untuk dibubarkan, melalui Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) yang dikeluarkan Presiden Soekarno, Soeharto langsung mengeluarkan larangan terhadap PKI dan ormas-ormas di bawahnya.

Melansir dari laman website sindonews.com dari buku Sejarah Indonesia Modern (MC Ricklefs, 2004), peristiwa G30S/PKI dilatar belakangi persaingan politik antara PKI dan TNI. PKI yang saat itu mendapat tempat di pemerintahan Presiden Soekarno, menganggap TNI sebagai ancaman karena seringkali bersebrangan dengan PKI. Saat itu PKI dinilai mengancam kesatuan bangsa karena memiliki niat mengubah ideologi bangsa dari pancasila menjadi komunis.

Tujuan utama G30S/PKI adalah menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan menyingkirkan TNI Angkatan Darat yang menjadi penghalang PKI untuk mewujudkan negara komunis.

Peristiwa kelam ini memakan 11 korban yang berasal dari kalangan militer, polisi, dan sipil. Mereka adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen R Suprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S Parman, Brigjen DI Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, Lettu Piere Tendean, Kolonel Katamso, Letkol Sugiono, dan Brigadir Polisi KS Tubun. Sementara satu korban tewas dari warga sipil adalah adalah Ade Irma Suryani, putri Jenderal AH Nasution yang berhasil selamat dari penculikan yang dilakukan PKI. Para perwira yang gugur akibat pemberontakan ini diberi penghargaan sebagai Pahlawan Revolusi. (kholi/red)

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR