Lebak, Bantentv.com – Seorang warga lanjut usia dilaporkan tenggelam di Sungai Ciujung, tepatnya di Desa Cigoong Selatan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin, 26 Januari 2026. Hingga Selasa, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR.
Berdasarkan informasi dari kepala desa setempat, korban diketahui bernama Ikna (70), warga Kampung Selapajang Ujung, Desa Cigoong Selatan.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban berusaha menyeberangi Sungai Ciujung dengan menggunakan batang pisang sebagai alat bantu. Namun, batang pisang tersebut terlepas, sementara korban diketahui tidak bisa berenang, sehingga terseret arus dan tenggelam.
Lokasi kejadian berada pada koordinat 6°24’00.2″S 106°11’12.9″E, dengan jarak sekitar 60,5 kilometer dari Kantor SAR Banten.
Baca Juga: Remaja Tenggelam di Sungai Ciujung Ditemukan Meninggal
Komandan Tim Basarnas Provinsi Banten, Fery Krisna, membenarkan adanya laporan kondisi membahayakan manusia (KMM) di wilayah Kecamatan Cikulur. Ia mengatakan pencarian telah dilakukan hingga radius lima kilometer dari titik awal korban diduga hanyut.
“Di hari kedua ini, pencarian sudah kami lakukan sampai radius lima kilometer,” ujar Fery kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa, 27 Januari 2026.
Baca Juga: Siswa SMP Tenggelam di Sungai Ciujung, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Fery menambahkan, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi sungai yang berbatu serta kedalaman air yang tidak merata di beberapa titik.
“Hambatannya cukup banyak, seperti bebatuan dan kondisi perairan yang dangkal di beberapa titik,” katanya.
Sementara itu, seorang warga bernama Darwis mengaku sempat melihat korban berada di atas gedebog pisang sekitar 20 meter dari tepi sungai.
“Saya lihat sudah sekitar 20 meter, kelihatannya naik di gedebog pisang. Saya kira bukan orang hanyut. Waktu saya kejar pakai perahu, sudah tidak kelihatan,” ucap Darwis.
Hingga saat ini, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR di lapangan.
Editor : Erina Faiha