Lebak, Bantentv.com – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lebak selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tercatat menurun sekitar 30 persen. Ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak mencatat, total wisatawan yang berkunjung selama periode tersebut mencapai 150.030 orang.
Meski sesuai dengan proyeksi Pemerintah Kabupaten Lebak, angka tersebut masih jauh di bawah capaian Nataru tahun lalu. Tahun lalu menembus sekitar 250 ribu kunjungan.
Penurunan ini dipengaruhi sejumlah faktor, terutama masifnya prediksi cuaca buruk yang beredar selama masa libur akhir tahun.
Baca Juga: Disbudpar Lebak Bidik 61 Ribu Wisatawan di Libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026
Kepala Disbudpar Lebak Yosep M Holis mengatakan, ramalan cuaca berdampak signifikan terhadap minat wisatawan. Hal ini mengingat sebagian besar destinasi di Lebak didominasi wisata alam, khususnya pantai.
“Tahun lalu target kita mencapai 250 ribu wisatawan. Tahun ini memang turun karena prediksi cuaca yang terus memberitakan kondisi buruk. Padahal di lokasi wisata relatif aman,” ujar Yosep, Selasa, 6 Januari 2026.
Selain faktor cuaca, Yosep mengungkapkan penurunan daya beli masyarakat juga turut memengaruhi jumlah kunjungan.
Kondisi tersebut, menurutnya, sudah dirasakan dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
“Faktor lainnya adalah daya beli masyarakat yang menurun. Selain itu, sarana dan prasarana wisata masih perlu banyak peningkatan, termasuk dari sisi pengelolaan destinasi,” jelasnya.
Baca Juga: Ini 10 Destinasi Lebak yang Diprediksi Jadi Magnet Wisata saat Libur Nataru
Disbudpar Lebak mencatat, 150.030 wisatawan tersebut tersebar di 42 destinasi wisata.
Lima destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi selama periode Nataru antara lain Lereng Cibolang. Destinasi ini menarik lebih dari 12 ribu pengunjung, disusul Seba Budaya Baduy sebanyak 7.259 kunjungan.
Selain itu, Makam Wong Sagati6.104 kunjungan, Ziarah Cokel5.950 kunjungan, serta BIM Waterpark dengan 5.714 kunjungan.
“Data ini dihitung untuk periode 24 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Dari sini terlihat jelas dampak prediksi cuaca terhadap keputusan wisatawan,” tambah Yosep.
Disbudpar berharap ke depan peningkatan infrastruktur, kualitas pengelolaan destinasi, serta strategi promosi yang lebih adaptif terhadap isu cuaca dapat mendorong kembali pertumbuhan kunjungan wisata. Terutama ke Kabupaten Lebak.