BerandaBeritaKrisis Ruang Kelas, Puluhan Siswa SDN Karyabuana 02 Terpaksa Belajar di Musala

Krisis Ruang Kelas, Puluhan Siswa SDN Karyabuana 02 Terpaksa Belajar di Musala

Saluran WhatsApp

Pandeglang, Bantentv.com – Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kondisi memprihatinkan justru terjadi di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang. Puluhan siswa SDN Karyabuana 02 terpaksa belajar di musala karena kekurangan ruang kelas.

Alih-alih mendapatkan ruang belajar yang layak, para siswa harus berdesakan di dalam musala demi mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah upaya pemerintah mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Keterbatasan fasilitas membuat proses belajar tidak berjalan optimal dan berdampak pada kenyamanan siswa.

Baca Juga: Begini Cara Mendaftar untuk Mendapatkan Bantuan Pembangunan Masjid dan Musala dari Kemenag

Setiap hari, siswa terlihat duduk berhimpitan di lantai musala. Dengan fasilitas terbatas, mereka tetap berusaha fokus mengikuti pelajaran, meski harus menghadapi udara pengap dan ruang sempit, terutama saat cuaca panas.

Sejumlah siswa SDN Karyabuana 02 belajar berdesakan di musala.
Sejumlah siswa SDN Karyabuana 02 belajar berdesakan di musala.

Salah seorang siswa, Daffa, mengaku tidak nyaman dengan kondisi tersebut.

“Nggak nyaman, sempit sekali. Pengennya punya kelas yang bagus supaya belajarnya bisa tenang,” ujarnya.

Kepala SDN Karyabuana 02, Siti Ulfah, mengatakan kekurangan ruang kelas sudah terjadi sekitar dua tahun terakhir. Hal ini disebabkan jumlah siswa yang terus meningkat hingga mencapai 265 orang.

Baca Juga: Bencana Tanah Bergerak Hantui Siswa SDN Kutakarang 3 Pandeglang

Sebagai solusi sementara, pihak sekolah sempat membangun satu ruang kelas tambahan menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi kekurangan ruang belajar.

“Sudah hampir dua tahun belajar di musala. Saya membagi menjadi dua rombongan belajar, satu di ruang yang sudah tidak layak dan satu lagi di musala. Kami berharap ada pembangunan ruang kelas baru,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali mengajukan pembangunan ruang kelas baru (RKB) kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan. Namun hingga kini belum terealisasi.

Baca Juga: Cilegon Revitalisasi 38 Sekolah, Fokus Perbaiki Kerusakan Atap hingga Instalasi Listrik

Pihak sekolah bersama wali murid berharap momentum Hardiknas menjadi perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah pelosok.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya ketimpangan fasilitas pendidikan. Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan penambahan ruang kelas agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih layak, nyaman, dan optimal.

Editor : Erina Faiha

TERKAIT
- Advertisment -