Bantentv.com – Beberapa waktu lalu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk bekerja sama dalam membuka lebih banyak peluang kerja bagi tenaga kerja lanjut usia (lansia).
Langkah tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) buka suara mengenai imbauan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) agar perusahaan mempekerjakan kelompok lanjut usia tersebut.
Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani menilai imbauan tersebut tidak bisa digeneralisasi ke semua jenis pekerjaan yang ada.
“Karakter pemanfaatan tenaga kerja lansia memang cenderung sangat spesifik dan tidak bisa digeneralisasi ke semua jenis pekerjaan,” ujar Shinta dikutip dari media nasional.
Menurutnya pendekatan rekrutmen pekerja lansia tersebut perlu fleksibel dan berbasis kebutuhan pada masing-masing sektor dan perusahaan.
Baca Juga: Ratusan Warga Demo PT Mowilex, Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal
Shinta mengungkap kalangan pengusaha secara natural mempekerjakan tenaga kerja senior yang masih produktif. Misalnya banyak perusahaan tetap melibatkan “silver-haired expert” karena nilai tambah yang mereka bawa.
Shinta juga memandang imbauan Kemnaker tersebut merupakan respons terhadap meningkatnya angka harapan hidup dan pergeseran struktur demografi ke depan, dengan jumlah penduduk usia lanjut yang akan terus bertambah.
Shinta juga mendorong agar perluasan akses kerja bagi tenaga kerja lansia pun perlu dilihat secara lebih komprehensif karena ia menilai isu ini tidak hanya berkaitan dengan inklusivitas.
Shinta juga mengingatkan akan pentingnya menempatkan isu tersebut dalam keseimbangan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih luas.
Ke depannya, menurut Shinta yang perlu dipersiapkan adalah penguatan kerangka kebijakan ketenagakerjaan, termasuk penyesuaian dan penyempurnaan berbagai regulasi termasuk undang-undang terkait agar fleksibilitas tersebut memungkinkan untuk diterapkan.
Diketahui imbauan terkait mempekerjakan lansia telah dilontarkan Plt. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Estiarty Haryani.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk lansia 2025 berkisar 11,93 persen dari total penduduk Indonesia, dan angka tersebut terus meningkat seiring naiknya angka harapan hidup.