Senin, Juni 24, 2024
BerandaBeritaKasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Pandeglang Tertinggi Sebanten

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Pandeglang Tertinggi Sebanten

Pandeglang, Bantentv.com – Tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang menjadikan daerah tersebut urutan nomor satu se Provinsi Banten selama tiga tahun terakhir. Peran pemerintah daerah serta masyarakat dibutuhkan dalam upaya menekan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tersebut.

Hal itu diungkapkan perwakilan Polda Banten dalam acara penguatan kerjasama penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak di ruang aula kantor Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang pada Kamis siang.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari instansi kesehatan itu tercatat kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pandeglang masih menempati urutan pertama se-Provinsi Banten selama periode 2020 hingga 2022. Dimana pada tahun 2020 terdapat 28 kasus kekerasan seksual,  tahun 2021 sebanyak 70 kasus dan tahun 2022 sebanyak 55 kasus. Sementara di tahun 2023 periode Januari hingga September terdapat 74 kasus kekerasan seksual.

Hal tersebut menjadi catatan khusus bagi pemerintah daerah untuk mencari solusi agar kasus kejahatan seksual ini dapat ditekan. Salah satunya adalah dengan rutin melakukan sosialisasi dan edukasi ke seluruh instansi terkait dan masyarakat tentang bagaimana cara pencegahan dan penanganan terhadap kekerasan seksual tersebut.

Kasudit Empat Renakta Ditreskrimum Polda Banten, Kompol Herlia Hartarani mengatakan butuh keterlibatan bersama untuk memerangi kasus kejahatan seksual. Masyarakat diimbau untuk sama-sama aktif dalam melawan aksi kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tersebut, terutama peran orangtua dalam mengawasi anaknya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mari bersama-sama kita bersama aparat pemerintah untuk menekan angka kejahatan terhadap perempuan dan anak. Mari kita sama-sama peduli terhadap anak dan perempuan, dan bagi para orang tua agar lebih peduli kepada anak untuk tidak membiarkan anak keluar malam di jam-jam rawan terjadi kekerasan terhadap perempuan,” katanya.

Kepala Instalasi Forensik, Dokter Baety Adhayati menyebut penanganan terhadap korban kekerasan seksual bukan hanya dari sisi medis saja, melainkan dari psikologisnya pun penting dilakukan. Maka dalam hal ini perlu adanya penanganan khusus bagi korban kekerasan seksual oleh para dokter yang ahli di bidangnya.

TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

DIBAGIKAN

KOMENTAR