Sernag, Bantentv.com – Banjir di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, telah terjadi sejak Rabu lalu. Genangan air terus meningkat dan menjadi yang terbesar dibandingkan hari-hari sebelumnya. Selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga menggenangi pesawahan seluas ratusan hektare yang sedang memasuki masa panen sehingga terancam gagal panen.
Saat ini, akses jalan menuju Kampung Nusa sepanjang kurang lebih satu kilometer turut terendam dengan ketinggian air mencapai satu setengah meter. Kondisi tersebut membuat Kampung Nusa terisolasi dan aktivitas warga terganggu.
Meski dilanda banjir, warga tetap berupaya menjalankan aktivitas sehari-hari. Seorang warga bahkan memanfaatkan air banjir untuk mencuci pakaian di depan rumah.
Ketua RT setempat, Ayudin, mengatakan banjir terjadi sejak Rabu kemarin dan telah merendam puluhan rumah warga.
Baca Juga: Banjir di Kecamatan Jawilan Mengakibatkan Satu Kampung Terisolasi
Sepanjang bulan Januari, wilayah tersebut sudah tiga kali mengalami banjir. Untuk kali ini, kondisi banjir merupakan yang terbesar dibanding hari-hari sebelumnya. Tidak hanya rumah, pesawahan seluas ratusan hektare juga terendam sehingga terancam gagal panen, serta akses jalan menuju kampung tertutup.
“Banjir ini sudah terjadi sejak hari Rabu. Sepanjang bulan Januari sudah tiga kali banjir, tapi yang sekarang paling besar. Puluhan rumah warga terendam, ratusan hektare sawah ikut terendam dan terancam gagal panen. Akses jalan menuju kampung juga tertutup,” ujar Ayudin, Ketua RT setempat.
Baca Juga: Data Korban Bencana Berbeda, Basarnas: Prioritas Kami Selamatkan Nyawa
Sementara itu, seorang warga bernama Rukmanah mengatakan, meskipun banjir, ia tetap memanfaatkan air untuk mencuci pakaian di depan rumah. Menurutnya, banjir kali ini merupakan yang terbesar.
“Walaupun banjir, kami tetap berusaha beraktivitas. Airnya saya manfaatkan untuk mencuci pakaian di depan rumah. Banjir kali ini memang paling besar dibanding sebelumnya,” kata Rukmanah, warga Kampung Nusa.
Warga berharap pemerintah dapat segera mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Editor : Erina Faiha