Jumat, Januari 16, 2026
BerandaBeritaIni 10 Destinasi Lebak yang Diprediksi Jadi Magnet Wisata saat Libur Nataru

Ini 10 Destinasi Lebak yang Diprediksi Jadi Magnet Wisata saat Libur Nataru

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Sebanyak sepuluh destinasi wisata di Kabupaten Lebak diprediksi menjadi tujuan utama wisatawan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru.

Dalam periode nataru tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan total kunjungan wisata mencapai sekitar 1.190.000 pengunjung.

Prediksi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab dalam memaksimalkan potensi pariwisata daerah yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak mencatat bahwa tren kunjungan sejak Januari hingga November 2025 telah berada di kisaran 800 ribu wisatawan.

Baca Juga: Kawasan Wisata Pantai Anyer Masih Menjadi Magnet Warga Banten Saat Liburan

Angka ini menunjukkan bahwa potensi untuk mencapai target tahunan cukup besar, terlebih dengan momentum nataru yang biasanya mendorong peningkatan arus wisata.

Yosep Holis, Kepala Dispudpar Lebak, menyebut bahwa pihaknya memperkirakan sekitar 61.473 pengunjung akan datang pada periode tersebut.

Sejumlah destinasi di Lebak diprediksi menjadi magnet wisata saat libur nataru (Bantentv.com/ Nano)
Sejumlah destinasi di Lebak diprediksi menjadi magnet wisata saat libur nataru (Bantentv.com/ Nano)

Sepuluh destinasi wisata yang diperkirakan menjadi favorit antara lain Baduy, Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, Binuangeun, Lereng Cibolang, Ecoclub Citra Maja City, kolam renang, Museum Multatuli, Makam Sagati, dan Goa Lalay.

Yosep menjelaskan bahwa sejumlah lokasi ini memiliki daya tarik yang cukup stabil sepanjang tahun.

“Ada setidaknya sepuluh destinasi wisata yang menjadi favorit misalnya wisata budaya Baduy, terpantau sekira 98 ribu, kemudian Sawarna, hampir 94 ribu, ini selama satu tahun terakhir per November,” ujar Yosep.

Namun demikian, Yosep mengingatkan bahwa cuaca menjadi faktor penting dalam pergerakan wisatawan, terutama menjelang nataru ketika potensi cuaca ekstrem mungkin terjadi.

“Kita mengimbau dengan adanya prediksi cuaca ekstrem, itu kita harus mitigasi dan antisipasi,” ucapnya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -