Serang, Bantentv.com – Pemerintah Provinsi Banten menegaskan bahwa program prioritas Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) bukan sekadar narasi simbolik, melainkan kebijakan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat.
Program ini dirancang agar pembangunan infrastruktur di desa mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rakhman, menyampaikan bahwa Bang Andra merupakan turunan dari program prioritas ‘Banten Bagus’ yang menitikberatkan pada percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perdesaan.
Fokus utamanya adalah memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi, serta meningkatkan kualitas layanan publik melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.
“Bang Andra direncanakan dan dilaksanakan melalui APBD dengan indikator capaian yang jelas. Fokus pemerintah adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat desa. Program bangun jalan desa sejahtera telah selaras dengan Asta Cita ke 6 Bapak Presiden yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujar Arif.
Pada tahun anggaran 2025, Pemprov Banten membangun 62 infrastruktur desa yang terdiri atas 61 ruas jalan dan satu unit jembatan dengan total panjang 67,87 kilometer.
Pembangunan infrastruktur tersebut difokuskan pada desa-desa yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi dan distribusi logistik.
Komitmen penguatan infrastruktur berlanjut pada APBD 2026. Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp167,4 miliar untuk pembangunan 46,71 kilometer infrastruktur desa yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Baca Juga: Proyek Jalan Kadomas–Banjar Hampir Rampung Wabup Iing Pastikan Program Bang Andra Tepat Waktu
Keberlanjutan program ini menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan infrastruktur hingga ke pelosok.
Arif menegaskan, tolok ukur utama keberhasilan program bukan sekadar penghargaan, melainkan dampak nyata pembangunan infrastruktur terhadap masyarakat.
“Ukuran keberhasilan program Bang Andra pada berkurangnya keterisolasian desa dan meningkatnya aktivitas ekonomi warga,” tegasnya.
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah, pembangunan infrastruktur jalan desa ditempatkan sebagai fondasi pemerataan wilayah.
Infrastruktur tersebut diharapkan mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian, pengembangan UMKM desa, serta mobilitas masyarakat.
Pemprov Banten juga menyatakan terbuka terhadap saran dan masukan publik agar pembangunan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Evaluasi program dilakukan secara objektif dengan mengacu pada capaian fisik, perencanaan anggaran, serta dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan di lapangan.