BerandaBeritaPemkab Lebak Gencarkan Program Anak Asuh untuk Cegah Stunting

Pemkab Lebak Gencarkan Program Anak Asuh untuk Cegah Stunting

Saluran WhatsApp

Lebak, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Lebak terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting melalui peluncuran intervensi serentak yang digelar di Posyandu UPTD Puskesmas Cikulur, Gedung KDMP Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari kebijakan strategis Bupati Lebak yang mendorong setiap organisasi perangkat daerah, camat, hingga pemerintah desa untuk memiliki Anak Asuh sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam penanganan stunting.

Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya, menegaskan bahwa upaya penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial.

Melalui pendekatan Anak Asuh, seluruh pihak diharapkan dapat berkolaborasi secara lintas sektor guna mempercepat penurunan angka stunting yang hingga kini masih menunjukkan tren stagnan meskipun telah mengalami penurunan.

“Pencegahan stunting tidak bisa sendiri-sendiri. Harus kolaborasi antara dinas, desa hingga kecamatan, karena angka stunting di Lebak masih tergolong stagnan meski ada penurunan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan intervensi serentak ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus menjadi pemicu gerakan berkelanjutan hingga ke tingkat desa.

Baca Juga: PKK Banten Perkuat Kapasitas Orang Tua dalam Pengasuhan Anak di Era Digital

Melalui pendampingan intensif terhadap setiap Anak Asuh, perhatian khusus dapat diberikan, terutama dalam pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak.

“Usia Adiba itu 2 tahun, tapi berat badannya masih kurang. Ini yang harus kita intervensi bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lebak, Susi, menyampaikan bahwa program Anak Asuh akan segera ditindaklanjuti oleh para kader di lapangan. Keterlibatan kader posyandu diharapkan mampu memastikan intervensi berjalan secara berkesinambungan dan tepat sasaran.

“Setelah dilaunching oleh Ibu Bupati, kegiatan ini akan dilanjutkan oleh kader-kader di desa. Harapannya angka stunting terus menurun dari hari ke hari,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan program Anak Asuh sangat bergantung pada semangat gotong royong dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten, serta dukungan berbagai pihak menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

“Kita gotong royong. Ini tidak mungkin bisa teratasi kalau tidak ada kebersamaan,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengungkapkan bahwa jumlah kasus stunting saat ini tercatat sebanyak 4.684 kasus, menurun dari data sebelumnya yang sempat mencapai sekitar 6.500 kasus.

Penurunan lebih dari 1.500 kasus tersebut menunjukkan adanya kemajuan, meskipun dinamika tetap terjadi akibat faktor kelahiran dan berbagai risiko lainnya.

“Secara kumulatif ada penurunan lebih dari 1.500 kasus. Namun dinamika tetap terjadi karena faktor kelahiran dan risiko lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mencegah munculnya kasus baru melalui intervensi terhadap anak berisiko stunting dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, serta aparatur desa secara terpadu.

Dengan penguatan kolaborasi, validasi data yang akurat, serta pendampingan intensif terhadap setiap Anak Asuh, Pemerintah Kabupaten Lebak optimistis angka stunting dapat terus ditekan secara bertahap dan berkelanjutan.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -