Bantentv.com – Lonjakan harga minyak dunia yang menembus di atas US$100 per barel menjadi perhatian industri penerbangan. Kenaikan harga energi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap biaya operasional maskapai.
Salah satu industri penerbangan yang berdampak adalah Indonesia AirAsia. Indonesia AirAsia menyebut bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional penerbangan.
Head of Indonesia Affairs & Policy Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi, mengatakan pihaknya terus memantau dinamika harga minyak global karena berpengaruh pada struktur biaya maskapai.
“Indonesia AirAsia menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak dunia merupakan dinamika yang terus dipantau secara cermat oleh industri penerbangan, mengingat bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar bagi maskapai,” ujarnya.
Baca Juga: Maskapai Eropa Bakal Sediakan Kursi Berdiri Demi Tiket Super Murah
Menurut Eddy, secara umum porsi biaya bahan bakar dalam industri penerbangan dapat mencapai 30 hingga 40 persen dari total biaya operasional, tergantung pada pergerakan harga minyak global.
Ia menambahkan kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi industri penerbangan. Meski demikian, AirAsia tetap berupaya menjaga operasional penerbangan tetap aman dan andal, sekaligus menghadirkan tarif yang kompetitif bagi masyarakat.
Sebagai maskapai low cost carrier (LCC), AirAsia mengandalkan model bisnis yang menitikberatkan pada efisiensi operasional. Langkah ini dilakukan melalui pemanfaatan armada yang efisien, optimalisasi utilisasi pesawat, serta pengelolaan jaringan rute yang dinamis sesuai permintaan pasar.
Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar melalui optimalisasi operasional penerbangan serta pengelolaan risiko harga energi dengan strategi yang terukur.
Baca Juga: Di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia, Bahlil Jamin BBM Subsidi Tidak Naik
Terkait kemungkinan penyesuaian tarif penerbangan, AirAsia menyebut keputusan tersebut akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga energi global dan kondisi pasar.
“Indonesia AirAsia akan terus memonitor perkembangan harga energi global serta mempertimbangkan berbagai faktor operasional dan kondisi pasar. Prioritas kami adalah tetap menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan setiap kebijakan yang diambil akan mengikuti ketentuan dan regulasi dari otoritas terkait, dengan tetap berupaya menyediakan pilihan perjalanan udara yang efisien dan terjangkau bagi masyarakat.
Editor : Erina Faiha