Kamis, Januari 15, 2026
BerandaBeritaGreenhouse Budidaya Melon di Tigaraksa Hasilkan Ratusan Buah

Greenhouse Budidaya Melon di Tigaraksa Hasilkan Ratusan Buah

Saluran WhatsApp

Tangerang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal melalui dukungan terhadap program unggulan pertanian berbasis greenhouse di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa.

Program ini dijalankan di lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal dan kini diarahkan menjadi lokasi agrowisata sekaligus penguatan ketahanan pangan.

Salah satu komoditas yang menjadi daya tarik utama dalam pengembangan ini adalah melon, yang dibudidayakan secara intensif oleh kelompok tani setempat.

Baca Juga: Program Ketahanan Pangan Desa Padasuka, Budidaya Ayam Petelur dan Jagung Jadi Andalan

Lahan kosong seluas sekitar empat hingga enam hektar di wilayah tersebut ditetapkan sebagai pilot project agrowisata dan ketahanan pangan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada 13 November 2024.

Seiring berjalannya waktu, kawasan itu mulai menunjukkan perubahan signifikan, baik dari sisi tampilan maupun aktivitas ekonomi warga.

Area pertanian tersebut disulap menjadi lebih tertata dengan pembangunan greenhouse modern. Selain komoditas utama, berbagai tanaman lain seperti jagung, cabai, ketimun, dan aneka sayuran juga tumbuh dengan baik.

Namun, keberadaan melon jenis golden sweet honey menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung yang datang bersama keluarga untuk melihat langsung proses tanam, memetik hasil, hingga mencicipi panen di lokasi.

Greenhouse budidaya melon di Tigaraksa hasilkan ratusan buah (Bantentv.com)
Greenhouse budidaya melon di Tigaraksa hasilkan ratusan buah (Bantentv.com)

Melihat potensi ekonomi yang dihasilkan, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid meresmikan fasilitas greenhouse tersebut.

Ia menilai lokasi ini dapat menjadi contoh nyata ketahanan pangan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok tani sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.

“Manfaatnya sangat besar bagi kelompok tani. Mereka sudah bisa bercocok tanam, panen, dan memasarkan hasilnya. Ini juga menjadi ladang pendapatan sekaligus tempat wisata edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat,” ujar Maesyal.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program kolaboratif ini akan dijadikan model percontohan untuk diterapkan di desa lain. Setiap desa didorong mengelola lahan sekitar dua hektar sesuai potensi wilayahnya, dengan dukungan pemetaan, bantuan bibit, pupuk, serta pendampingan dari Dinas Pertanian.

Sementara itu, Kepala Desa Sodong, Dony Bambang Priyangga, menjelaskan bahwa sebanyak 560 pohon melon ditanam menggunakan polybag di dalam greenhouse dengan perawatan khusus.

Masa tanam dan panen dibagi dalam dua tahap agar hasil lebih optimal. Dalam sekali panen, kelompok tani mampu menghasilkan ratusan buah dengan berbagai ukuran.

Hasil panen melon tersebut dipasarkan secara daring dan luring dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Pemerintah desa berharap program BUMDes ini terus berkembang untuk memajukan perekonomian sekaligus agrowisata Desa Sodong.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -