Jumat, Januari 16, 2026
BerandaBeritaFernando Martin dan Tiga Anaknya Masih Dalam Pencarian Usai Insiden Kapal di Labuan...

Fernando Martin dan Tiga Anaknya Masih Dalam Pencarian Usai Insiden Kapal di Labuan Bajo

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Fernando Martin Carreras, pelatih tim sepak bola putri Valencia, bersama tiga anaknya dilaporkan hilang setelah kapal wisata yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 26 Desember 2025.

Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap keempat warga negara Spanyol tersebut di tengah kondisi cuaca laut yang menantang.

Insiden ini terjadi saat Fernando Martin dan keluarganya tengah menjalani liburan Natal di Indonesia. Namun, agenda liburan tersebut berujung tragedi setelah kapal phinisi yang membawa mereka dilaporkan mengalami gangguan hingga akhirnya tenggelam.

Berdasarkan laporan awal, kapal wisata Phinisi Putri Sakina tenggelam setelah diduga dihantam gelombang setinggi sekitar dua meter.

Kondisi tersebut menyebabkan mesin kapal mati dan kapal kehilangan kendali. Insiden ini terjadi saat kapal berada di kawasan perairan Labuan Bajo.

Sebanyak 11 penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan. Namun, empat wisatawan asal Spanyol tersebut hingga kini belum ditemukan.

Dugaan sementara menyebutkan para korban kemungkinan terjebak di dalam kabin saat kapal mulai tenggelam.

Proses Pencarian Masih Berlangsung

Upaya pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Operasi ini terus berjalan meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca dan kondisi laut yang belum sepenuhnya bersahabat di sekitar Labuan Bajo.

Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari sejak kejadian, dengan evaluasi rutin yang mempertimbangkan keselamatan personel dan situasi di lapangan.

Respons dan Koordinasi Lintas Lembaga

Menteri Pariwisata menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan kapal wisata phinisi tersebut.

“Kami telah mengirimkan Staf Ahli Menteri serta pejabat Badan Otorita Labuan Bajo untuk secara langsung memantau dan berkoordinasi dengan operasi pencarian dan penyelamatan yang dilaksanakan oleh Basarnas di lapangan,” kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dikutip dari laman resmi Kemenpar RI.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta guna menyampaikan empati serta memastikan dukungan terhadap keluarga korban.

Beberapa pejabat terkait turut ditugaskan untuk mendampingi keluarga korban dengan tetap menghormati persetujuan pihak keluarga.

Baca Juga: Kacamata Selam Kayu Suku Bajo, Warisan Maritim yang Masih Digunakan hingga Kini

“Berdasarkan komunikasi resmi antara Kementerian Pariwisata dan Kedutaan Besar Spanyol, Pemerintah Spanyol menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya cepat serta profesional tim penyelamat Indonesia. Fokus bersama saat ini adalah memaksimalkan pencarian terhadap empat korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang,” jelas Menteri Widiyanti.

Sebagai langkah pencegahan, otoritas kesyahbandaran menetapkan larangan sementara pelayaran kapal wisata di wilayah Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo.

Kebijakan ini berlaku mulai 26 Desember hingga 1 Januari 2026, atau sampai ada pemberitahuan lanjutan.

Langkah tersebut diambil guna mengutamakan keselamatan wisatawan dan awak kapal, sekaligus memberi ruang bagi proses pencarian dan evaluasi kondisi cuaca laut di kawasan tersebut.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -