Bantentv.com – Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, memastikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir bandang tahun 2020 di Kecamatan Lebak Gedong terus berjalan secara bertahap.
Hal tersebut disampaikan Juwita saat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi rencana pembangunan huntara di Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Kunjungan dilakukan Sabtu, 12 April 2026.
Menurut Juwita, pembangunan huntara merupakan komitmen bersama antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tujuannya untuk memberikan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak bencana.
“Kami terus mendorong agar pembangunan huntara ini segera terealisasi. Ini bentuk komitmen bersama agar masyarakat yang terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujar Juwita.
Baca Juga: Lima Tahun Terlantar di Huntara, Korban Banjir Bandang Lebak Belum Juga Direlokasi
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lebak, Iwan Sutikno, menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan huntara mencapai sekitar 5,4 hektare.
Namun, setelah dilakukan penyesuaian dengan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan lahan wakaf, luas lahan efektif yang dapat digunakan sekitar 3 hektare lebih.
Iwan menyebutkan, pembangunan hunian sementara direncanakan sebanyak 221 unit rumah yang akan dibangun secara bertahap sesuai kesiapan teknis dan anggaran.
Baca Juga: Gubernur Banten Tinjau Huntara Korban Banjir Bandang 2020 di Lebak
Pemerintah Kabupaten Lebak berharap seluruh proses administrasi dan teknis dapat segera rampung. Dengan begitu, pembangunan huntara bisa segera direalisasikan dan dimanfaatkan masyarakat terdampak banjir bandang 2020 di wilayah Lebak Gedong.
Dengan pembangunan tersebut, diharapkan warga terdampak bencana dapat segera mendapatkan hunian yang lebih aman dan layak.