Pandeglang, Bantentv.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) menggelar Forum Komunikasi BerAKHLAK di Oproom Setda Pandeglang, Selasa, 23 Desember 2025. Forum ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk membedah sekaligus memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Fokus utamanya adalah pada pelayanan publik.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, insan media, mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Asep Rahmat, dalam sambutannya menekankan bahwa nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) tidak boleh hanya berhenti sebagai slogan seremonial.
“Sebagai aparatur pemerintah, kita dituntut meningkatkan profesionalisme dan integritas. Nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya kerja yang hidup, tercermin dalam sikap, perilaku, serta kinerja sehari-hari dalam melayani masyarakat,” ujar Asep.
Baca Juga: Indeks Literasi di Cilegon masih Rendah
Asep menambahkan bahwa tantangan birokrasi ke depan mewajibkan ASN untuk bekerja lebih responsif. Ia berharap forum ini melahirkan inovasi pelayanan yang mampu menjawab ekspektasi publik.
“Sinergi antar perangkat daerah adalah kunci utama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi serius. Kepala Bagian Organisasi Setda Pandeglang, Siti Gogon Goniah, mengungkapkan data objektif terkait performa budaya kerja ASN di wilayahnya.
Baca Juga: Mukerda MUI 2025, Wagub Dimyati Tekankan Peran Ulama untuk Kemajuan SDM
Berdasarkan penilaian KemenPAN-RB tahun 2024, Indeks BerAKHLAK Kabupaten Pandeglang berada di angka 65,6 dengan kategori “Cukup Sehat”. Angka ini masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 68,1. Capaian Provinsi Banten telah menyentuh angka 75,8.
“Rendahnya nilai ini salah satunya disebabkan karena belum dilaksanakannya Forum Komunikasi Publik (FKP) secara maksimal di Pemda Pandeglang,” jelas Gogon. Oleh karena itu, forum hari ini sangat krusial untuk menyeragamkan persepsi nilai dasar ASN dan mengubah nilai tersebut menjadi aksi nyata.
Gogon menekankan bahwa melibatkan tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga media dalam forum ini bertujuan untuk membangun kepercayaan publik (public trust). Menurutnya, partisipasi publik yang terbuka dan transparan adalah fondasi utama akuntabilitas pelayanan.
Melalui Forum Komunikasi BerAKHLAK ini, Pemkab Pandeglang berkomitmen untuk mendorong kolaborasi lintas sektor. Tujuan utamanya adalah mewujudkan birokrasi yang lebih kapabel, bersih, dan fokus pada pelayanan terbaik bagi seluruh warga Pandeglang.
Editor : Erina Faiha