Seang, Bantentv.com – Debit air Sungai Ciujung di wilayah Kabupaten Serang, Banten, mulai menunjukkan penurunan setelah sebelumnya mengalami peningkatan akibat curah hujan tinggi.
Kondisi tersebut membuat Bendung Pamarayan Baru yang sempat berada dalam status siaga, kini kembali dinyatakan normal pada Selasa, 13 Januari 2026.
Penurunan debit ini menjadi perhatian penting mengingat Sungai Ciujung merupakan salah satu aliran utama yang berdampak langsung terhadap wilayah permukiman dan pertanian di sekitarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 12.00 WIB, elevasi muka air di bagian hulu Bendung Pamarayan Baru tercatat berada pada angka 13,05 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Baca Juga: Tangani Banjir, Bendung Pamarayan Baru Kerahkan 6 Alkon di Tiga Lokasi
Sementara itu, elevasi muka air di bagian hilir tercatat sebesar 7,70 MDPL. Data tersebut menunjukkan kondisi aliran Sungai Ciujung relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya ketika debit air meningkat signifikan akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu.
Saat ini, debit air di hilir bendung tercatat mencapai 376 meter kubik per detik. Dengan capaian tersebut, status banjir dinyatakan normal meskipun kondisi cuaca masih terpantau mendung.
Dalam pengaturan aliran Sungai Ciujung, seluruh pintu intake irigasi barat dan timur masih ditutup. Sementara itu, empat pintu pengendali banjir dibuka masing-masing setinggi 120 sentimeter guna menjaga kestabilan debit dan mencegah luapan air ke wilayah sekitar Sungai Ciujung.

Koordinator Bendung Pamarayan Baru, Andriyanto, menjelaskan bahwa kondisi bendungan saat ini telah kembali normal setelah sebelumnya debit air Sungai Ciujung sempat mencapai angka maksimal.
Ia menyebutkan bahwa pada 12 Januari 2026, debit air sempat meningkat hingga 858 meter kubik per detik dan masuk dalam status siap.
Namun, seiring berkurangnya intensitas hujan, debit Sungai Ciujung berangsur turun dan kembali terkendali.
“Hari ini tanggal 13 Januari 2026 statusnya menurun, menjadi status normal,” ungkapnya.
Meski demikian, Andriyanto tetap mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah hulu maupun sepanjang aliran Sungai Ciujung untuk meningkatkan kewaspadaan.
Mengingat saat ini masih berada dalam musim penghujan, potensi kenaikan debit air tetap dapat terjadi sewaktu-waktu apabila curah hujan kembali meningkat, khususnya di wilayah hulu Sungai Ciujung.
“Kami mengimbau kepada warga baik di hulu atau hilir Sungai Ciujung untuk tetap waspada atau siap di masa musim penghujan ini,” sambungnya.