Serang, Bantentv.com – Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, menggelar kegiatan Gebyar Ramadan 2026 dengan menghadirkan berbagai perlombaan bernuansa Islami.
Kegiatan yang diselenggarakan selama bulan Ramadan ini bertujuan untuk memeriahkan suasana Ramadan sekaligus menumbuhkan semangat keagamaan di kalangan generasi muda.
Sejumlah perlombaan disiapkan dalam Gebyar Ramadan tersebut, di antaranya Pemilihan dai Cilik (Pildacil), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), lomba adzan, dan lomba murotal.
Puluhan peserta dari berbagai jenjang pendidikan turut ambil bagian dalam kegiatan Ramadan ini dengan memperebutkan hadiah jutaan rupiah yang telah disiapkan panitia.
Kepala Desa Sindangheula, Suheli, mengatakan bahwa rangkaian Gebyar Ramadan sudah dimulai sejak Senin, 2 Maret 2026.
Kegiatan pembuka dalam rangkaian Ramadan ini diawali dengan lomba adzan dan MTQ yang dilaksanakan di Masjid Hasanah.
Baca Juga: Safari Ramadan di Caringin, Wagub Banten dan Bupati Pandeglang Serahkan Bantuan RLHB
“Ada empat lomba yang kita selenggarakan pada tahun ini diantaranya yang sudah dimulai itu lomba azan dan MTQ. Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap tahun,” ungkapnya Kamis 5 Maret 2026.
Menurut Suheli, antusiasme peserta dalam kegiatan Ramadan tersebut cukup tinggi. Tercatat sebanyak 35 peserta mengikuti lomba adzan, sementara lomba MTQ diikuti oleh 38 peserta yang berasal dari tingkat SD, SMP, SMA, serta perwakilan pondok pesantren.
“Sementara untuk dua lomba lainnya hampir sama peserta lombanya. Kita masih buka sebelum lombanya dimulai,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan Gebyar Ramadan memberikan dampak positif karena menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang keagamaan. Melalui kegiatan Ramadan ini, diharapkan anak-anak dan remaja dapat semakin termotivasi untuk meraih prestasi serta memperdalam nilai-nilai Islam.
“Mudah-mudahan kegiatan hari ini dan seterusnya berjalan dengan lancar serta mampu memotivasi generasi penerus kita. Kami berharap mereka menjadi generasi yang luar biasa, yang sholeh dan sholehah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suheli menyampaikan bahwa Gebyar Ramadan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda.
Kegiatan Ramadan ini juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pemdes Sindangheula berharap kegiatan ini mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mencetak generasi Qurani yang membanggakan desa di masa depan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan Gebyar Ramadan tersebut, pemerintah desa juga telah menyiapkan berbagai bentuk penghargaan bagi para pemenang lomba, baik berupa uang tunai maupun bentuk apresiasi lainnya sebagai motivasi bagi para peserta.
“Walaupun tidak besar dan yang kita siapkan hanya beberapa juta saja, tapi penghargaan ini supaya mendorong anak-anak untuk meningkatkan prestasinya,” pungkasnya.