BerandaBeritaBukan di Royal, Tradisi Jedogan Lebaran 2026 Dipustakan di Pasar Kepandean

Bukan di Royal, Tradisi Jedogan Lebaran 2026 Dipustakan di Pasar Kepandean

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Pemerintah Kota Serang memastikan tradisi jedogan pada momentum Lebaran Idul Fitri 2026 akan digelar di Pasar Kepandean, Kota Serang.

Penyelenggaraan jedogan tahun ini tidak lagi dilakukan di kawasan Royal Baroe sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari penataan lokasi kegiatan sekaligus menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

Tradisi jedogan selama ini dikenal sebagai agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Serang dan sekitarnya. Setiap menjelang Idul Fitri, jedogan menjadi pusat aktivitas warga untuk berbelanja kebutuhan Lebaran, terutama pakaian dan perlengkapan lainnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menjelaskan bahwa Royal Baroe tidak lagi diperbolehkan digunakan sebagai lokasi pasar jedogan.

“Kenapa pasar jedogannya dipindahkan ke pasar Kepandean? Karena Royal Baroe sudah tidak boleh lagi digunakan untuk pasar jedogan, yang biasanya itu setiap tahun diadakan di royal,” kata Wahyu Nurjamil, Kamis 22 Januari 2026.

Menurut Wahyu, pemindahan tradisi jedogan ke Pasar Kepandean dilakukan untuk menjaga keberlangsungan fasilitas di Royal Baroe agar tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas pasar yang padat.

“Khawatir nanti itu akan merusak kepada fasilitas yang sudah dibangun, namun di Pasar Jedogan ini yang akan dilaksanakan di Kepandean,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan jedogan direncanakan berlangsung selama tiga hari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah masih mempertimbangkan waktu pelaksanaan agar tidak bersinggungan dengan malam takbiran.

“Tiga hari, antara 17, 18, 19 atau 18, 19, 20. Harapan kami sih tidak mengganggu mengganggu di malam takbirnya, jadi malam takbirnya itu sudah clean, tapi nanti kita berkomunikasi dengan para pedagang maunya seperti apa,” ungkapnya.

Baca Juga: Budi Rustandi Lantik Pejabat Pemkot Serang di Pasar Kepandean 

Dari sisi konsep, jedogan di Pasar Kepandean akan dikemas menyerupai Serang Fair, namun dengan skala yang lebih kecil. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas jual beli, tetapi juga akan diisi dengan berbagai hiburan.

“Tapi nanti itu ada event-event, event musik dan lain-lainnya, game-game yang nanti akan dilaksanakan dipasar kepandean,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, DinkopUKMPerindag Kota Serang menyiapkan sekitar 200 stand bagi pelaku UMKM. Namun, kapasitas yang saat ini dapat diakomodasi masih terbatas.

“Tapi yang sekarang bisa kita akomodir itu sekitar 70 persen, artinya baru ada 120 sampai 130 stand yang bisa kita siapkan untuk para pengusaha lokal yang ada di kita,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran tradisi jedogan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Serang terkait pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

“Kita menutup jalan dari mulai Flamengo sampai kepada tikungan yang menuju Kepandean,” kata Wahyu.

Sementara itu, anggaran yang dialokasikan untuk penyelenggaraan jedogan di Pasar Kepandean mencapai Rp200 juta. Dana tersebut mencakup kebutuhan kegiatan selama tiga hari serta honor petugas yang terlibat.

“Anggaran ini, alhamdulillah kita dipercaya oleh Pak Wali Kota dan juga TAPD itu Rp200 juta untuk 3 hari itu, plus honor untuk para petugas,” tandasnya.

Editor Siti Anisatusshalihah
TERKAIT
- Advertisment -