BerandaBeritaBanjir Berulang di Banten, Aktivis Lingkungan Soroti Drainase dan Perencanaan Tata Kota

Banjir Berulang di Banten, Aktivis Lingkungan Soroti Drainase dan Perencanaan Tata Kota

Saluran WhatsApp

Serang, Bantentv.com – Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Banten pada akhir pekan lalu memunculkan kembali sorotan terhadap pengelolaan lingkungan dan sistem drainase perkotaan.

Aktivis lingkungan dari Rekonvasi Bhumi, NP Rahadian, sebelumnya telah mengingatkan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Sebaliknya, upaya tersebut membutuhkan sinergi yang berkelanjutan agar risiko bencana dapat diminimalkan.

“Upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang konsisten agar risiko bencana dapat diminimalkan dan kualitas hidup masyarakat tetap terjaga,” ujar Rahadian dalam keterangannya pada 16 Februari lalu.

Baca Juga: Banjir Melanda Banten, Gubernur Banten Bakal Evaluasi Tata Kota

Menurutnya, pembenahan lingkungan harus dimulai dari perencanaan yang berbasis data serta kajian yang komprehensif. Terutama, kajian ini penting dalam pengelolaan kawasan perkotaan yang rentan terhadap genangan air.

NP Rahadian menjelaskan, aktivitas pertambangan yang luas turut memengaruhi berkurangnya daya resapan air. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Ia menilai analisis sistem drainase perkotaan menjadi salah satu langkah penting. Analisis ini diperlukan agar aliran air dapat berjalan dengan baik saat terjadi hujan deras.

“Analisa drainase perkotaan sangat penting agar aliran air dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan genangan ketika curah hujan tinggi,” katanya.

Baca Juga: Hujan Dua Hari, Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Banten

Selain pembenahan infrastruktur, Rahadian juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi faktor penting untuk mencegah berbagai dampak bencana. Hal ini juga termasuk banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Banten.

TERKAIT
- Advertisment -