Serang, Bantentv.com – Peringatan Hari Buruh (May Day) di Kota Serang tahun ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pekerja dan Pemerintah Kota Serang.
Aliansi Serikat Pekerja di Kota Serang membawa usulan strategis terkait kesejahteraan.
Peringatan hari buruh diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kota Serang di GGR Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, Minggu 3 Mei 2026, dihadiri perwakilan organisasi buruh di Kota Serang seperti Aliansi Serikat Pekerja Buruh Kota Serang, KSPSI, Kapolresta Serang Kota, perwakilan Kodim 0602 serang, Kepala Disnakertrans Kota Serang Moch. Poppy Nopriadi dan jajaran. Kegiatan diisi dengan pembagian door prize.
Baca Juga: Bupati Serang Hadiri Peringatan Mayday di Cikande
Ketua Aliansi Serikat Pekerja Buruh Kota Serang, sekaligus Ketua DPC KSPSI Kota Serang Teguh Priharyanto mengatakan, salah satu poin krusial dalam audiensi dengan Wali Kota Serang adalah usulan kredit usaha lunak melalui Bank Banten.
​”Kami mengusulkan kredit lunak yang tidak perlu besar, cukup Rp1 juta sebagai modal usaha bagi istri buruh dirumah, misalnya untuk jualan nasi uduk atau gorengan. Harapannya, kebutuhan harian keluarga bisa ter cover dan ada sisa pendapatan,” ujar Teguh.
Usulan ini diklaim telah disetujui secara prinsip oleh Wali Kota Serang dan akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak Bank Banten.
​Terkait rencana pengembangan kawasan industri baru, pihak buruh menyatakan dukungan penuh terhadap Peraturan Daerah (Perda) yang mewajibkan penyerapan 80% tenaga kerja lokal.

Teguh menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal ketat dua hal yakni kepatuhan perusahaan terhadap warga asli Kota Serang dan pembersihan praktik pungutan liar (pungli) dalam rekrutmen.
​”Pak Wali sudah berkomitmen dan meminta kami ikut mengawasi agar proses rekrutmen bersih dari pungli. Jangan sampai warga kita mau kerja malah harus bayar,” tegasnya.
​Ke depan, Aliansi Buruh mendesak Pemkot Serang untuk menambah anggaran pelatihan kerja guna mempersiapkan SDM lokal menghadapi kawasan industri.
​”Perdanya bagus, tapi kalau SDM tidak siap juga akan berat. Kami minta Disnaker fokus pada pelatihan tenaga ahli (skill), bukan sekadar level operator. Pelatihan seperti kursus bengkel, salon, hingga menjahit harus diperbanyak sebagai pintu utama pengentasan pengangguran,” pungkas Teguh.
​Menjawab aspirasi tersebut, Kepala Disnakertrans Kota Serang, Poppy Nopriadi, menjelaskan bahwa Pemkot Serang telah menjalin kerja sama (MoU) dengan perbankan, termasuk Himbara, untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).
​”Fasilitas KUR ini diperuntukkan bagi pekerja rentan, teman-teman serikat buruh, hingga calon pekerja migran sebagai dukungan modal usaha maupun keberangkatan,” jelas Poppy.
Guna memastikan warga lokal mampu memenuhi kualifikasi industri, Disnakertrans juga membuka 500 kuota pelatihan dan magang melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi (BBVP).
Pelatihan ini mencakup berbagai sektor seperti manufaktur, hospitality hingga caregiver.
​”Fokus kami adalah menciptakan tenaga kerja yang memiliki daya saing tinggi. Syaratnya adalah fresh graduate dari SMK, SMA, maupun universitas. Pendaftaran dibuka hingga akhir tahun 2026,” tambah Poppy.
​Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan buruh melalui sektor UMKM, tetapi juga memastikan warga Kota Serang menjadi tuan rumah diindustri daerahnya sendiri melalui kesiapan skill yang mumpuni.