Serang, Bantentv.com – Pemerataan pembangunan kini menjadi agenda besar DPRD Banten. Melalui Program Bang Andra, DPRD menempatkan pembangunan jalan desa sebagai poros baru untuk menutup ketimpangan antara kawasan pedesaan dan perkotaan yang selama ini timpang dalam kualitas infrastruktur.
Komisi IV DPRD Banten menilai bahwa pembangunan desa tidak bisa lagi dikerjakan sektoral.
Banyak jalur desa yang mandek bukan karena minim anggaran semata, tetapi akibat tidak sinkronnya rencana antara desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
Karena itu, Komisi IV mendorong lahirnya perencanaan terpadu yang menyambungkan seluruh tingkatan pemerintahan ke dalam satu peta besar pembangunan.
Anggota Komisi IV, Gembong R. Sumedi, mengkritik pembangunan yang terputus-putus dan tidak membentuk jaringan ekonomi yang utuh.
“Jalan yang bagus tapi putus di tengah itu percuma. Kita harus belajar dari Sulawesi Selatan yang berhasil menyambungkan pembangunan kabupaten–provinsi hingga menjadi jalur ekonomi baru,” jelas Gembong.
Komisi IV juga memperketat fungsi pengawasan. Mereka meneliti spesifikasi teknis, kualitas beton, hingga progres lapangan.
Hal ini untuk memastikan pembangunan yang dibiayai publik tidak berubah menjadi infrastruktur setengah matang.
OPD pun diminta memberikan laporan berkala sebagai bentuk transparansi kepada publik.
Di tengah tantangan pemangkasan dana transfer pusat, DPRD menegaskan bahwa prioritas harus dijaga.
Program yang tidak esensial didorong untuk dipangkas, sementara anggaran difokuskan pada infrastruktur dasar yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Gembong menegaskan bahwa kualitas jalan desa tidak boleh dikorbankan.
Pembangunan Jalan Desa Berdampak Pada Sosial Ekonomi
Kajian Kementerian PUPR menunjukkan bahwa akses jalan yang layak dapat menurunkan tingkat kemiskinan desa hingga 30 persen dalam lima tahun ketika didukung peningkatan produktivitas lokal.
Komisi IV melihat Banten berpotensi meraih hasil serupa, terutama dengan implementasi konsisten Program Bang Andra.
Di lapangan, masyarakat mulai merasakan efek awal program. Mobilitas warga meningkat, jalur pertanian menjadi lebih efisien, dan pelaku usaha rumahan mendapat pasar yang lebih luas.
“Ini bukan hanya proyek. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan desa,” tegas Gembong.
Ke depan, DPRD menargetkan pembangunan jalan desa dilakukan lebih sistematis, berstandar baik, dan berorientasi manfaat.
Program Bang Andra diharapkan menjadi tonggak pemerataan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat hingga level desa. (Adv)