Serang, Bantentv.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memasuki tahap persiapan di Provinsi Banten. Di tengah optimisme itu, DPRD Banten hadir sebagai pengawal utama agar manfaat program dirasakan merata hingga wilayah terpencil, sekaligus memastikan anak-anak memperoleh gizi optimal dan ekonomi desa ikut bergerak.
Anggota Komisi II DPRD Banten, Lukman Nul Hakim, menyoroti ketimpangan kesiapan dapur MBG antara kota dan kabupaten, khususnya Pandeglang.
“Wilayah yang tertinggal justru harus didahulukan. Pandeglang itu luasnya luar biasa, banyak pegunungan, pesisir, desa-desa yang jaraknya saling berjauhan. Kondisi seperti itu membutuhkan perhatian dan alokasi khusus,” kata Lukman dalam Podcast DPRD Banten bersama Banten TV.
Menurut Lukman, beberapa kota seperti Tangerang dan Cilegon relatif lebih siap. Infrastruktur dapur MBG bahkan sudah berdiri lengkap dan mulai diuji coba.
Namun, di daerah lain, banyak sekolah masih belum tersentuh pembangunan dapur, bahkan sebagian belum mendapatkan informasi rinci mengenai skema operasional MBG di tingkat satuan pendidikan.
Lukman menekankan, ketimpangan fasilitas bukan sekadar masalah teknis, tetapi berdampak langsung pada kesetaraan pelayanan bagi siswa.
Ketika satu daerah memiliki dapur lengkap sementara daerah lain tidak, kualitas makanan, kelancaran distribusi, dan ketepatan waktu penyajian bisa berbeda jauh.
“Wilayah yang tertinggal justru harus didahulukan. Pandeglang itu luasnya luar biasa, banyak pegunungan, pesisir, desa-desa yang jaraknya saling berjauhan. Kondisi seperti itu membutuhkan perhatian dan alokasi khusus,” tambah Lukman.
DPRD Banten memastikan pengawasan MBG berjalan ketat, mendorong percepatan pembangunan dapur di daerah terpencil, dan memastikan kesiapan pengelolaan, mulai dari SDM, kualitas makanan, hingga sistem distribusi.
Dengan komitmen ini, program MBG tidak hanya meningkatkan gizi anak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal dan memberdayakan ekonomi desa.
Dengan DPRD Banten hadir di garis depan, MBG bukan sekadar program makan, tetapi motor penggerak pembangunan desa dan kesejahteraan anak. (Adv)