Bantentv.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penguatan stabilitas dan rekonsiliasi di kawasan Asia Tenggara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.
Isu Myanmar hingga penyelesaian konflik kawasan melalui dialog menjadi pembahasan utama dalam sejumlah sesi pertemuan para pemimpin ASEAN.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Indonesia sejak awal menekankan pentingnya proses politik yang inklusif di Myanmar. Hal ini dianggap penting agar mampu menciptakan perdamaian dan stabilitas.
“Dari awal posisi Indonesia adalah jika pemilu tersebut berlangsung, pemilu yang dilangsungkan harus inklusif,” kata Sugiono dalam keterangan pers di Cebu, Filipina, Sabtu 9 Mei 2026.
Baca Juga: Di KTT ASEAN, Prabowo Soroti Ancaman El Nino dan Ketahanan Pangan Kawasan
Menurut Sugiono, Indonesia juga terus mendorong implementasi five point consensus ASEAN sebagai dasar penyelesaian krisis Myanmar.
Dalam forum tersebut, para pemimpin ASEAN turut membahas sejumlah perkembangan terbaru pasca pemilu dan pembentukan pemerintahan baru di Myanmar.
Beberapa langkah yang dilakukan pemerintah baru Myanmar dinilai sebagai sinyal positif yang patut diapresiasi.
“Di antaranya pembebasan sekitar enam ribu lebih tahanan politik, kemudian juga perubahan status tahanan dari Aung San Suu Kyi,” ungkap Sugiono.
Meski demikian, ASEAN disebut tetap akan mengawal langkah-langkah lanjutan agar situasi di Myanmar semakin membaik.
“Semua berpendapat bahwa negara-negara ASEAN harus terus memberikan perhatian dan terus engage Myanmar untuk bisa menemukan jalan yang mereka tentukan sendiri,” katanya.
Selain membahas Myanmar, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pendekatan dialog dan negosiasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kawasan. Termasuk ketegangan perbatasan Thailand dan Kamboja.
Menurut Sugiono, Prabowo menilai kerja sama dan komunikasi lebih penting dibanding memperbesar perbedaan antarnegara.
Baca Juga: Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT ASEAN, Bahas Energi hingga Geopolitik Global
“Daripada kita mempertajam perbedaan-perbedaan di antara kita, kenapa tidak mencari hal-hal positif yang bisa dikerjasamakan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutur Sugiono mengutip pernyataan Presiden Prabowo.
Pendekatan dialog dan kerja sama tersebut, lanjut Sugiono, juga menjadi prinsip yang selama ini dijalankan Indonesia. Prinsip ini dijalankan untuk menjaga stabilitas kawasan ASEAN.