Cilegon, Bantentv.com – Tiga kecamatan di Kota Cilegon terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter setelah wilayah tersebut diguyur hujan sepanjang hari. Akibatnya, sebanyak 800 kepala keluarga (KK) terdampak dan sebagian warga terpaksa mengungsi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Suhendi, mengatakan tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Jombang, Ciwandan, dan Cibeber. Adapun wilayah terparah berada di Kecamatan Cibeber.
“Di Cibeber itu ada Kelurahan Cibeber, lingkungan Sambirata, PCI, kemudian Cibeber Barat, serta Kalitimbang di Ciberko,” ujar Suhendi.
Ia menjelaskan, banjir di wilayah Cibeber disebabkan meluapnya Kali Cibeber yang diperparah dengan jebolnya dua tanggul.
“Kali Cibeber meluap karena volumenya sangat tinggi, kemungkinan juga ada kiriman dari hulu akibat hujan besar, sehingga air tidak tertampung. Ditambah lagi ada TPT yang jebol,” jelasnya.
Baca Juga: Sembilan Rumah Rusak Akibat Longsor di Cibeber
Selain curah hujan tinggi dan tanggul jebol, banjir juga dipicu oleh sedimentasi di saluran air yang mengurangi daya tampung sehingga tidak mampu menahan volume air yang besar.
Suhendi menyebutkan terdapat sembilan titik banjir di Kota Cilegon, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Cibeber.
“Di Cibeber ada Sambirata, Ciberko, PCI, Karanganyar, dan Kadipaten,” katanya.
Sementara itu, empat titik lainnya berada di Kecamatan Jombang dan Kecamatan Ciwandan.
“Di Jombang ada Kranggot dan Semandaran. Sedangkan di Ciwandan berada di Tegal Ratu dan akses Cilegon–Anyer,” tambahnya.
Untuk penanganan, Pemerintah Kota Cilegon akan segera memperbaiki tanggul atau Tempat Penahan Tanah (TPT) yang jebol serta melakukan normalisasi sungai guna menanggulangi banjir.
“Sudah diperintahkan oleh Pak Wali Kota untuk segera ditangani dan memperbaiki TPT yang jebol,” pungkas Suhendi.
Editor : Erina Faiha