BerandaBeritaNasionalWFH ASN Lanjut? Ini Kata Menteri Purbaya

WFH ASN Lanjut? Ini Kata Menteri Purbaya

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN telah diberlakukan sejak 1 April 2026. Selama kurun waktu sebulan itu, kini masih dalam evaluasi apakah WFH tersebut memberikan dampak yang signifikan khususnya bagi penghematan energi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebijakan WFH ini untuk menghemat konsumsi BBM akibat lonjakan harga minyak global.

Untuk itu Purbaya menjelaskan keberlanjutan kebijakan tersebut masih sangat bergantung pada kondisi ketidakpastian global saat ini terutama pergerakan harga minyak dunia.

“Kita lihat dulu seperti apa perkembangan minyak dunia. Dan kita lihat apakah kita masih ngirit sedikit-sedikit atau nggak. Tapi kalau membaik, yaudah,” dikutip dari media nasional.

Baca Juga: ASN WFH Setiap Jumat Mulai April 2026

Menurutnya kebijakan WFH sejauh ini telah memberikan dampak netral cenderung positif terhadap perekonomian.

“Cuman dampaknya sih mungkin netral atau positif kepada ekonomi ya,” ujar Purbaya.

Meski begitu, Purbaya menilai ada sejumlah faktor lain yang juga memengaruhi perlambatan ekonomi. Tapi dirinya menegaskan pemerintah akan segera membereskannya dalam waktu dekat.

Diketahui pemerintah resmi menetapkan kebijakan WFH bagi ASN setiap Jumat. Kebijakan tersebut Sudha diberlakukan sejak 1 April 2026 di seluruh Indonesia.

Kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka efisiensi anggaran, akselerasi digitalisasi birokrasi, dan efisiensi energi. Namun dalam praktiknya, WFH tidak berlaku bagi sektor pelayanan publik vital.

Baca Juga: WFH ASN Tiap Jumat, Hotel di Serang Berpeluang Kebanjiran Tamu

Kebijakan ini juga telah mencakup transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital, efisiensi mobilitas, termasuk pembatasan penggunaan kendaraan dinas 50%, kecuali untuk operasional dan kendaraan listrik, dan mendorong penggunaan transportasi publik, jadi mengurangi kendaraan dinas dan menggunakan semaksimal mungkin transportasi publik.

Selanjutnya pemerintah melakukan efisiensi perjalanan dinas di dalam negeri hingga 50%, dan luar negeri hingga 70%.

TERKAIT
- Advertisment -