BerandaBeritaNasionalRamai Usulan Gerbong Perempuan di Tengah, Apakah Lebih Aman?

Ramai Usulan Gerbong Perempuan di Tengah, Apakah Lebih Aman?

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi agar gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian KRL menuai sorotan publik, menyusul insiden tabrakan KA dan KRL di Bekasi Timur.

Usulan tersebut disampaikan Arifah saat menjenguk korban di RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Bekasi, Selasa 28 April 2026.

Wacana ini kemudian memunculkan pertanyaan di masyarakat, apakah posisi gerbong dalam rangkaian kereta berpengaruh terhadap keselamatan penumpang?

Baca Juga: Kecelakaan KRL–Argo Bromo di Bekasi, Prabowo Perintahkan Investigasi dan Bangun Flyover

Untuk diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) selama ini menempatkan gerbong khusus perempuan di bagian depan dan belakang rangkaian.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, seperti dikutip dari detik.com, menjelaskan bahwa penempatan gerbong khusus perempuan di bagian depan dan belakang rangkaian KRL dilakukan untuk kemudahan akses.

“Selama ini kami mengutamakan perempuan untuk tingkat kenyamanan dan kemudahan akses dan tentunya keamanan di dalam kereta juga,” ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu 29 April 2026.

Ia menegaskan, penempatan tersebut bukan berarti membedakan tingkat keselamatan antara laki-laki dan perempuan, melainkan bagian dari pengaturan layanan penumpang.

Posisi Gerbong dan Risiko Kecelakaan

Dalam kajian keselamatan transportasi, posisi gerbong memang dapat memengaruhi tingkat risiko saat terjadi kecelakaan, meski tidak bersifat mutlak.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap 10 Jenazah Kecelakaan Kereta di Bekasi Belum Teridentifikasi

Secara umum, gerbong bagian depan cenderung menerima dampak pertama dalam tabrakan frontal. Sementara itu, gerbong bagian tengah berada di antara rangkaian dan kerap dianggap memiliki tingkat risiko berbeda.

Namun, kondisi tersebut sangat bergantung pada jenis kecelakaan yang terjadi. Karena itu, posisi gerbong tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan dalam menentukan tingkat keamanan.

TERKAIT
- Advertisment -