BerandaFenomena Gen Z Tak Bisa Membaca, Ini Alasannya!

Fenomena Gen Z Tak Bisa Membaca, Ini Alasannya!

Saluran WhatsApp

Bantentv.com – Membaca merupakan aktivitas yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Dengan membaca bisa membuka jendela dunia atau dapat mengetahui dan memperbaiki wawasan dan pengetahuan lebih luas.

Tak hanya di Indonesia, di negara lain pun imbauan membaca oleh pemerintah terus digencarkan. Hal tersbeut untuk memperbaiki kualitas tiap generasi untuk masa mendatang.

Namun, dewasa ini terdapat fenomena dimana gen Z tidak bisa membaca. Fenomena Gen Z tak bisa membaca ini jadi sorotan serius di kalangan akedmisi, khususnya di Amerika Serikat.

Banyak dosen dan tengaa pengajar di Amerika SErikan mengeluhkan fenomena ini. Kemampuan mahasiswa generasi Z terbilang rendah dalam memahami teks tertulis, bahkan untuk kalimat sederhana.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, mengingat pentingnya kemampuan membaca sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran dan pengembangan intelektual.

Baca Juga: Gen Z Wajib Coba! Rahasia Bikin Mie Gacoan Ala Rumah, Rasa Autentik Tanpa Ribet

Penurunan literasi tersebut juga bukan hanya berdampak pada capaian akademik, akan tetapi juga berpotensi memengaruhi kemampuan Gen Z dalam memproses informasi kompleks di berbagai aspek kehidupan.

Sejumlah dosen di Amerika Serikat (AS) merasa kesulitan memberikan tugas membaca, karena kemampuan memahami teks dinilai jauh menurun.

Dikutip dari media nasional, Profesor sastra di Pepperdine University, Jessica Hooten Wilson mengungkapkan, dirinya telah menghapus tugas membaca di luar kelas karena fenomena ketidakmampuan gen-Z memahami sebuah kalimat.

Menurutnya sebagai ganti tugas itu, ia mengadakan membaca bersama di dalam kelas. Ini dilakukan dengan membaca baris per barisnya. Namun sayang, cara ini juga dinilai tidak efektif.

Profesor teologi dan University of Notre Dame, Timothy O’Malley juga mengatakan tugas membaca sebanyak 25-40 halaman di masa lalu tidak bisa dilakukan sekarang. Menurutnya, Gen Z menggunakan kemampuan scanning atau menggunakan AI yang bisa menghasilkan ringkasan.

terdapat beberapa alasan menurut sejumlah akademisi mengapa hal ini terjadi. Salah satunya terkait soal sistem pendidikan yang semakin rapuh dan pembelajaran yang terputus saat Covid-19. Tak hanya itu, munculnya kebiasaan baru mengonsumsi informasi juga jadi alasan.

Diketahui kemampuan membaca tercatat juga mengalami penurunan. Orang dewasa yang membaca untuk hiburan menurun 40% dalam 20 tahun lalu.

Editor Lilik HN

 

TERKAIT
- Advertisment -