Bantentv.com – Fenomena unik diprediksi akan terjadi pada tahun 2033, di mana Hari Raya Idulfitri berpotensi dirayakan dua kali dalam satu tahun Masehi.
Lebaran pertama diperkirakan jatuh pada awal Januari, sementara Lebaran kedua kembali terjadi pada akhir Desember di tahun yang sama.
Fenomena ini terjadi karena adanya perbedaan antara kalender Hijriah dan kalender Masehi.
Kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan memiliki 354–355 hari, lebih pendek dibanding kalender Masehi yang berjumlah 365–366 hari.
Akibatnya, awal bulan Ramadan selalu maju sekitar 10–11 hari lebih cepat setiap tahun dalam kalender Masehi.
Perputaran inilah yang membuat dalam periode tertentu, Ramadan dan Idulfitri bisa “masuk” dua kali dalam satu tahun.
Mengacu pada penjelasan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena ini akan terjadi bertahap.
Pada tahun 2030 akan terjadi dua kali Ramadan (Januari dan Desember), namun Idulfitri hanya satu kali di Februari
Namun tahun 2033, fenomena lengkap, yaitu dua kali Idulfitri dalam satu tahun Masehi.
Fenomena ini bukan yang pertama kali.Peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2000 dan diperkirakan akan berulang setiap 30 hingga 33 tahun sekali.
Dua kali Lebaran dalam setahun tentu bukan hanya menarik secara kalender, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor.
Mulai dari pola mudik masyarakat, lonjakan mobilitas, hingga perencanaan ekonomi, termasuk potensi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) oleh perusahaan.
Meski masih beberapa tahun ke depan, fenomena ini menjadi pengingat bahwa sistem kalender memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat.