Serang, Bantentv.com – Menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di sejumlah daerah di Provinsi Banten menjadi sorotan warga. Beberapa orang tua siswa dan masyarakat menyoroti menu yang dibagikan kepada anak-anak. Hal ini karena menu tersebut dinilai belum memenuhi harapan dari sisi kualitas maupun variasi.
Perhatian tersebut muncul setelah sejumlah video dan unggahan warga beredar di media sosial. Di antaranya memperlihatkan menu MBG yang dibagikan dalam bentuk makanan kering seperti roti dan susu.
Di Kota Cilegon, seorang warga mengunggah video yang memperlihatkan menu MBG yang dibagikan.
Dalam video tersebut, menu yang diterima disebut hanya berupa paket makanan kering. Selain itu, porsinya dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran program.
Baca Juga: Orang Tua Posting MBG di Medsos Bakal Dipidana? Ini Klarifikasi Kepala BGN
Sementara di Kabupaten Lebak, warga juga memperlihatkan menu MBG yang diterima anaknya selama Ramadan.
Paket yang diterima disebut hanya berupa susu kotak dan roti, bahkan menu tersebut dirapel untuk beberapa hari.
Keluhan lain datang dari orang tua siswa di Kota Serang. Mereka menemukan roti dalam paket MBG diduga sudah kedaluwarsa dan berjamur.
Salah satu orang tua siswa di SDN 20 Kota Serang mengaku anaknya telah dua kali menerima roti yang tidak layak konsumsi.
“Jadi kejadiannya sudah dua kali. Yang pertama pekan lalu mendapatkan menu MBG roti yang tanggal kedaluwarsanya itu 02 Februari 2025,” ujarnya, Kamis 5 Maret 2026, seperti dikutip dari radarbanten.co.id.
Rentetan peristiwa tersebut memicu desakan agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program MBG di daerah.
BGN Pastikan Menu Bermasalah Langsung Diganti
Menanggapi hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Serang membenarkan adanya laporan terkait roti program MBG yang diduga berjamur dan kedaluwarsa di SDN 20 Kota Serang.
Koordinator Wilayah BGN Kota Serang, Nuni Pratiwi, kepada radarbanten.co.id mengatakan pihak penyedia makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung mengganti menu tersebut. Penggantian dilakukan setelah menerima laporan dari pihak sekolah.
Baca Juga: Kepala Daerah di Banten Solid Wujudkan Program MBG Sesuai Standar Nasional
“Ketika ada aduan tersebut langsung diganti ketika pihak sekolah menghubungi kepala SPPG,” kata Nuni.
Ia menambahkan, kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG ke depan.