Serang, Bantentv.com – Pemerintah daerah Kabupaten Serang memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 14 hari ke depan. Hal itu berdasarkan hasil asesmen bersama dengan sejumlah OPD terkait kondisi di lapangan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, mengatakan bahwa berdasarkan hasil asesmen, status tanggap darurat bencana diperpanjang karena yang pertama sudah berakhir 14 hari kemarin, dan diperpanjang menjadi 14 hari kedepannya.
“Kondisi cuaca dari BMKG membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Serang masih dilanda banjir.oleh karena itu,kami meminta kepada Ibu Bupati agar tanggap darurat di perpanjang,” kata Zaldi Dhuhana.
Baca Juga: Kabupaten Serang Zona Merah PMK
Hasil asesmen status tanggap darurat diperpanjang karena wilayah yang terdampak bencana alam meluas, terutama untuk bencana banjir. Total kecamatan yang terdampak bencana banjir adalah 28 kecamatan, sementara satu kecamatan, yakni Pulo Ampel, tidak terdampak banjir.
“Ada 28 Kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Serang. Dan hanya 1 yang tidak terdampak yakni Puloampel. Sementara yang lain saat ini kami masih menerima laporan terdampak banjir,” ujarnya.
Status tanggap darurat bencana diperpanjang agar pemerintah daerah memiliki ruang luas dalam mengoptimalkan penanganan bencana, terutama banjir, baik dalam hal logistik maupun bantuan kemanusiaan.
Baca Juga: Pemkab Serang Siapkan SOP Penanganan Bencana untuk Percepat Respons
Untuk bantuan, Zaldi menyampaikan banyak bantuan yang berdatangan, mulai dari OPD hingga perusahaan yang memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir.
“Bantuan yang kami dapatkan dari Kemensos berupa peralatan dan tenaga dapur umum di 3 Kecamatan, khususnya daerah timur yang berbatasan dengan Tangerang. Yakni Binuang, Carenang dan Tanara,” tuturnya.
Zaldi Dhuhana mengatakan bahwa untuk bantuan tidak terduga atau BTT sudah dianggarkan sebesar Rp 3,1 miliar.
“Sementara untuk dana tak terduga kami sudah menganggarkan Rp 3,1 milyar. Dan terpakai Rp 2,5 milyar untuk infrastruktur ernrmalisasi kali dan pembuatan tanggul. Dan BPBD untuk pembelian perahu karet, mesin pompa dan Dinsos Rp 500 juta. Dan relawan sudah terpusatkan di lokasi bencana untuk membantu pengungsian,” katanya.
Editor : Erina Faiha