Serang, Bantentv.com — Almarhum Sajim yang meninggal dunia sekitar tujuh tahun lalu karena sakit, semasa hidup dikenal sebagai warga biasa.
Ia sehari-hari bekerja sebagai petani, sekaligus menggembala kerbau dan memelihara bebek petelur. Almarhum bukan tokoh masyarakat dan tidak memiliki kelebihan khusus.
Meski demikian, berdasarkan penuturan warga setempat, tanaman yang ditanam almarhum selalu tumbuh subur, menghasilkan panen yang baik, serta bermanfaat untuk dikonsumsi maupun dijual.
Baca Juga: Polisi Masih Dalami Kasus Pembunuhan Bocah di Rumah Mewah, 22 Saksi Diperiksa
Hal tersebut disampaikan oleh Nurdin, anak ketujuh dari almarhum Sajim yang berasal dari sepuluh bersaudara. Ia mengaku terpukul dan syok setelah mengetahui makam ayahnya dibongkar oleh pihak yang tidak dikenal. Informasi itu diterimanya pada Minggu dari ketua RT setempat.
“Atas kejadian ini, keluarga berharap permasalahan dapat ditutup dan diikhlaskan. Kami juga meminta kepada pihak kepolisian agar kasus ini tidak diperpanjang demi ketenangan keluarga,” ujar Nurdin.
Saat ini, makam almarhum Sajim telah kembali ditutup, namun dalam kondisi tanpa jasad.
Editor : Erina Faiha